Aditya Eks Persib Bandung U-17: Amputasi Bukan Kiamat!

Persib Bandung —Senin, 25 Jan 2021 13:28
    Bagikan:  
Aditya Eks Persib Bandung U-17: Amputasi Bukan Kiamat!
Aditya Eks Persib U-17. (foto : Adit / Diki)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Pagi yang cerah seperti biasanya, Aditya bangun pagi dengan penuh semangat. Beberapa pakaian telah disiapkan, termasuk beberapa alat tempur di atas lapangan.

Beberapa bulan sebelumnya, Aditya telah mengolah tubuh jangkung agar bisa singkron dengan lapangan hijau. Karena yang dia nanti akhirnya tiba, turnamen besar sebentar lagi menanti, namun apalah daya, takdir Tuhan berkata lain.

Sebuah laga persahabatan menghadapi salah satu kampus negeri mengubah cerita Aditya di dunia sepakbola.

 

BACA JUGA : Ajang Adu "Bagong" di Pangadaran Dibubarkan Aparat Gabungan

 

Tekel keras penjaga gawang lawan membuatnya roboh, alumnus Persib-17 itu terkapar di lapangan. Tekel brutal itu membuat tulang keringnya patah. Dalam sekejap pertandingan itu berubah jadi mimpi buruk yang mengerikan.

 

2 Tahun Pembaringan

Aditya yang roboh dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tulang keringnya patah. Namun sayangnya, cedera pada kaki kanan Aditya tak mendapat penanganan maksimal.

Aditya juga malah berusaha menyembuhkan kakinya dengan mengandalkan pengobatan tradisional seperti ke tukang urut tanpa bantuan medis terlebih dahulu.

"Harusnya Adit teh di roentgen dulu, ini malah dibawa ke tukang patah tulang. Harusnya dirawat, tapi disuruh pulang, otomatis di jalan si kaki jadi kegoyang-goyang lagi," ungkap Aditya saat ditemui POSKOTAJABAR Minggu (24/1/2021) WIB.


Aditya saat dijumpai tim POSKOTAJABAR


Selama perawatan, Aditya menghabiskan waktu di pembaringan selama 2 tahun terhitung dari 2017 hingga 2019. Sebelum amputasi mengubah hidupnya dalam sepakbola.

 

Aditya dengan kaki palsu yang membuatnya tampak seperti biasa


Kebangkitan Aditya

Keputusannya untuk melakukan amputasi mendapat banyak perhatian dari berbagai pihak termasuk dari manager Persib, Umuh Muchtar.

"Persib membantu pengobatan sampai pulih, ada juga bantuan biaya untuk ke depannya. Manajer Diklat Persib masih mantau perkembangan saya," ujar Adit.

"Pak Umuh memberi amanat ke manajer Diklat Persib, saya juga ditawarin kerja," tambah Aditya.

Selain dari Persib Bandung, Aditya juga mendapat bantuan dari teman kampusnya dan sebuah organisasi sosial, Kita Bisa. Bantuan kali ini datang dalam bentuk sejumlah dana.

Kini kaki Aditya hanya tinggal 1 yaitu kaki kirinya. Sebelumnya Aditya bermain di banyak posisi dan menggunakan kaki kiri sebagai kaki utama sementara kanan sebagai tumpuan. Kini dia menggunakan tongkat guna menjadi tumpuan kaki kirinya.

“Sekarangmah pake tongkat buat jadi tumpuan si kaki (kaki kiri)” ujarnya seraya tertawa.

 

 

Tetap Bermain Bola!

Sebelum amputasi, Aditya giat melihat video bagaimana sepakbola amputee (amputasi) yang begitu memmpengaruhinya dan membuatnya semangat sepakbola kembali menyala. Tekad apinya kembali menyala laksana lagu The Doors – Light My Fire.

“Jiwa bermain bola saya masih ada selama masa pemulihan, saya selalu melihat seputar sepak bola amputasi yang menginspirasi.” Kata Aditya.

 

Perlu 1 Tahun Adaptasi

Selama masa pemulihan pasca amputasi, Aditya memerlukan waktu hingga satu tahun adaptasi agar betul-betul nyaman dengan tongkat juga kaki palsunya.

“6 bulan berlatih tekun, 6 bulan berjalan dengan kaki palsu, jadi 1 tahun masa adaptasi dengan kaki palsu.” Katanya.

Aditya juga mengatakan bahwa musuh terbesarnya untuk maju adalah mengeluh dan rasa malas

“Rasa malas adalah tantangan bagi Aditya, jadikanlah mengeluh dan malas adalah musuh.”

 

 

BACA JUGA : Cerita Heroik Korps Marinir TNI AL Bantu Pengungsi Gempa Sulawesi Barat Melahirkan di Tenda Darurat

 

 

Amputasi Bukan Kiamat!!

Aditya berpesan kepada semuanya terlebih bagi mereka yang harus kehilangan anggota badan karena amputasi agar tetap semangat menjalani hidup, lawan rasa malas juga dia berpesan bahwa amputasi bukan akhir dari segalanya.

“Jangan berfikir bahwasannya dengan amputasi itu, dunia ini kiamat, kita harus punya keyakinan untuk bangkit di kondisi ini, nanti juga seperti biasanya jangan dibawa sedih,” tegas Aditya.

 


Aditya satu kaki menjadi bagian Timnas Indonesia amputasi



Aditya yang Mengispirasi

Aditya tidak hanya bisa bangkit dari keterpurukan. Kisahnya begitu menginspirasi bagi orang-orang termasuk Cep Ahmad rekan Aditya selama menimba ilmu di UIN Bandung. Cep merupakan saksi bisu dimana Aditya yang dulu punya dua kaki kini tinggal satu.

“Saya menjadi saksi mata, dua dia memiliki dua kaki, sampai sekarang satu kaki mohon maaf. Dia tetap tegar seperti mempunyai dua buah kaki,” ujar Cep.

“Bagi saya Aditya merupakan sosok yang inspiratif walaupun kakinya kini tinggal satu, tetapi dia tegar untuk menjalani hidup,” tutup Cep.

Tekad api Aditya berbuah manis. Kini dia tergabung ke dalam skuat Timnas Indonesia di cabang olahraga Amputee Football (sepak bola khusus amputasi) dan tengah mempersiapkan diri untuk Piala Asia Amputasi 2021.

Begitulah sedikt kisah dari Aditya, seorang eks wonderkid Persib Bandung yang tidak menyerah meski diamputasi kakinya, dan kini menatap mimpi untuk mengharumkan Indonesia dimata dunia. Good Luck Aditya !!!! (dikinsen)

Editor: Dikki
    Bagikan:  


Berita Terkait