Bruuuuk....Plafon Lantai Dua Masjid Islamic Center Kabupaten Indramayu Ambruk

Jawa Barat —Senin, 25 Jan 2021 14:40
    Bagikan:  
Bruuuuk....Plafon Lantai Dua  Masjid Islamic Center Kabupaten Indramayu  Ambruk
Masjid Islamic Center Indramayu sebelum salah satu menaranya roboh terlihat indah dan megah. (foto:Ist.)


POSKOTAJABAR, INDRAMAYU.

Musibah yang menimpa masjid Syekh Abdul Manan di komplek Islamic Center Kabupaten Indramayu, Minggu (24/01/2021) terulang kembali.  Kali ini plafon atau langit-langit pada lantai dua masjid itu ambruk.

Beberapa pekan sebelumnya, jamaah shalat di masjid itu dikejutkan dengan robohnya salah satu dari tiga menara masjid. Saat menara masjid Syekh Abdul Manan roboh, kondisi cuaca di sekitarnya sedang turun hujan lebat disertai angin kencang.

Sementara ketika plafon lantai dua masjid itu ambruk, kondisi cuaca di luar masjid sedang terang alias tidak ada hujan.

Penyebab ambruknya plafon masjid itu masih diselidiki pihak berwajib. Beberapa saat setelah plafon masjid itu ambruk, petugas kebersihan dan keamanan masjid segera membersihkan material plafon yang mengotori lantai dua masjid.


BACA JUGATersangka Ajay M Priatna Walikota Cimahi Diperpanjang Masa Tahannannya


Walaupun plafon masjid itu ambruk, namun tidak sampai melukai seorangpun jemaah,  apalagi sampai merenggut korban jiwa. Sebab pada saat kejadian di dalam masjid khususnya di lantai dua itu sedang tidak ada  jamaah.

 “Hanya ada beberapa orang di lantai satu masjid sedang berdzikir. Kondisinya Alhamdulillah selamat,” ujar Ade, 43 salah seorang warga. Beberapa orang yang tengah berada di dalam masjid sempat mendengar suara seperti ada benda  yang patah. Tak lama disusul bunyi  bruuuk....material plafon yang terbuat dari gypsum ambruk berserakan di lantai dua.


BACA JUGA :Cerita Heroik Korps Marinir TNI AL Bantu Pengungsi Gempa Sulawesi Barat Melahirkan di Tenda Darurat


Kebetulan di lantai dua yang plafonnya ambruk itu  sedang sepi jamaah. Biasanya lantai dua masjid Syekh Abdul Manan di komplek Islamic Center itu  diisi  jamaah wanita. “Pada saat musibah itu terjadi sedang tidak ada kegiatan,  sehingga ambruknya plafon itu tidak sampai mengenai seorangpun jamaah,” ujarnya.

 Ia mengemukakan, saat plafon lantai dua masjid Syekh Abdul Manan ambruk di luar masjid cuaca terlihat terang atau tidak ada hujan. Berbeda ketika menara masjid itu roboh,  cuaca di sekitarnya disertai hujan lebat dan angin kencang. (Yan)


BACA JUGA : Ajang Adu "Bagong" di Pangadaran Dibubarkan Aparat Gabungan


 

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait