‘Madam Bansos’ Ramai Diperbincangkan di Medsos, KPK Kembangkan Info Itu dengan Mengkonfirmasi ke Saksi-saksi

Jawa Barat —Senin, 25 Jan 2021 16:28
    Bagikan:  
‘Madam Bansos’ Ramai Diperbincangkan di Medsos, KPK Kembangkan Info Itu dengan Mengkonfirmasi ke Saksi-saksi
Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri.

POSKOTAJABAR

Ramai diperbincangkan di media sosial sebutan Madam Bansos, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengembangkan penyelidikan dengan mengonfirmasi kepada para saksi yang terlibat kasus dugaan korupsi Bansos.

KPK akan mencari konfirmasi identitas dan peran 'Madam bansos’ dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 Jabodetabek yang menyeret mantan Menteri Sosial RI Juliari Peter Batubara.

Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri menuturkan, pihaknya akan mengembangkan kepada para saksi. 

BACA JUGA : Joe Biden Larang 30 Negara Masuk Amerika Serikat, Berikut Daftarnya!

"Tentu akan dikembangkan lebih lanjut dengan mengonfirmasi kepada para saksi," kata Ali dalam keterangannya kepada wartawan Senin (25/1/2021).

Dalam kabar yang beredar, 'Madam bansos' diduga mendapat jatah yang berbeda dengan para tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bansos Total duit yang didapatkan 'Madam Bansos' belum diketahui.

"Terkait materi penyidikan tidak bisa kami sampaikan kepada masyarakat secara detail, nanti pada waktunya akan dibuka di depan persidangan," tutur Ali.

BACA JUGA : Harga Daging Sapi Naik Rp 20 Ribu, Kegiatan RPH Berkurang

Selain itu KPK menjadwalkan pemanggilan dua saksi dalam kasus dugaan koruspi Bansos Covid-19 Jabodetabek, Senin (25/1).

Kedua saksi itu yakni Victorius Saut HS bersatuts PNS menjadi saksi untuk tersangka Adi Wahyono. Sementara saksi kedua Nuzulia Hamzah Nasution sebagai saksi untuk tersangka Juliari Batubara.

Seperti Diketahui KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus suap bansos Covid-19 ini.

Mereka adalahmantan Mensos Juliari Batubara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), Harry Sidabukke (HS).

Matheus dan Adi Wahyono diduga mengambil jatah Rp10 ribu dari tiap paket bansos sembako seharga Rp300 ribu, bekerjasama dengan pengusaha Ardian dan Harry Sidabukke.

Dari jatah Rp10 ribu di tiap paket sembako diduga ada yang mengalir ke Juliari  KPK menduga kongkalikong para tersangka membuat Juliari menerima Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako.

Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (adji/win)

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait