Sekitar 10 Ribu Warteg di Jabodetabek Akan Gulung Tikar pada Tahun 2021

Jawa Barat —Senin, 25 Jan 2021 20:35
    Bagikan:  
Sekitar 10 Ribu Warteg di Jabodetabek Akan Gulung Tikar pada Tahun 2021
Sebuah warung nasi tegal di Jakarta. (travelingyuk)

POSKOTAJABAR, TANGSEL. 

Sekitar 50 persen dari 20.000 warung tegal (warteg) di Jabodetabek akan gulung tikar pada tahun 2021. Kalau 50 persen dari 20.000 warteg, itu artinya sekitar 10 ribu yang akan gulung tikar pada tahun 2021, akibat pandemi Covid-19. Demikian disampaikan Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, Senin (25/01/2021).

Diperkirakan, para pelaku usaha warteg tersebut akan pulang ke kampung halaman lantaran usaha mereka tutup.  "Sekarang ini sampai 50 persen yang bakal pulang. Selama 2020 saya menghitung sejak 25 persen dari total warteg yang ada di Jabodetabek pulang," kata Mukroni.

BACA JUGA:  Habib Rizieq Shihab Mengalami Sakit Lambung dan Sesak Nafas, Dokter Polri Rutin Melakukan Pemeriksaan

Semua itu akibat pandemi Covid-19 yang menghantam sektor perekonomian, yang juga dirasakan pelaku usaha rumah makan warung tegal (warteg) di sejumlah tempat. 

Rendy Purnomo (23) pengelola Warteg Mamoka Bahari di Jalan KH Wahid Hasyim Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan mengaku saat ini omsetnya menurun drastis akibat pandemi Covid-19. 

"Omset sebelum pandemi Rp. 2,5 juta, setelah pandemi ini menurun 60 persen jadi Rp. 1,7 juta,  standarnya (dapatnya) Rp. 1,5 juta," kata Rendy, Senin (25/01/2021).

Rendy mengatakan, kenaikan sejumlah harga pokok mempengaruhi modal dirinya untuk belanja hingga 30 persen. 

BACA JUGA:  Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung Membuka Lowongan Kerja untuk Posisi Pegawai Tidak Tetap

"Belanja juga mempengaruhi ada kenaikan 20 sampai 30 persen. Modal belanja tadinya Rp. 1 juta, sekarang sudah Rp. 1,3 juta atau Rp. 1,2 juta. Terus konsumen turun drastis setelah pandemi ini mengurangi," ujarnya. 

Dia berharap agar pemerintah ikut campur tangan dalam mengendalikan harga sejumlah kebutuhan pangan. "Ya, semoga dapat kembali normal, pandemi cepat berlalu," tuturnya. (toga/win)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait