Korban Pelecehan Ayah Kandung Mendatangi Kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya

Jawa Barat —Selasa, 26 Jan 2021 11:13
    Bagikan:  
Korban Pelecehan Ayah Kandung Mendatangi Kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto. (foto:kris)
POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA.

Seorang anak yang dihamili ayah kandungnya sendiri mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya jalan Raya Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Senin (25/01/2021) Sore.

Kedatangan ke KPAID, AR didampingi sepupunya Leni bersama anak semata wayangnya yang masih kecil dari suami pertamanya dan pihak KPAID memberikan pendampingan terhadap AR.

Leni(30) menuturkan, AR itu, ibu rumah tangga dan telah lama ditinggalkan suaminya pergi dan hingga sekarang suaminya tidak pulang ke rumah, hingga memiliki seorang anak berumur satu tahun.

Menurut Leni, meskipun statusnya memiliki suami, AR akhirnya pulang ke rumahnya ke Sukahening dan mendapati ibunya kmeninggal dunia  Mei 2020 lalu.

Akan tetapi, kata Leni, bukan mendapatkan ketenangan, hidup bersama ayah kandung, malah mendapatkan keji dari seorang ayahnya sendiri, hingga melakukan pemerkosaan secara berulang-ulang.

“Saya dapat informasi tersebut itu beberapa hari lalu, sedih dan kasihan dan gimana tidak sedih, ayah kandung mengancam jika tidak didengar akan membunuh AR dan anaknya, sendiri” jelasnya.

Dari pengakuan AR, tutur Leni, peristiwa tersebut dimulai bulan Juni 2020 hingga awal Januari 2021. 

“Sesudah meninggal ibunya, ayah kandungnya sudah mulai beraksi, hingga mengancam korban dengan cara dicekik dan diancam harus melayani nafsunya dan akhirnya korban terpaksa melayani bapakny," terangnya.


BACA JUGA : Terkait Kasus Ajay M Priatna, Tersangka Hutama Yonathan Berkas Perkaranya Dilimpahkan pada Jaksa Penuntut Umum


Sementara, itu Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan, dengan kedatangan korban ke sini, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap korban, serta akan melibatkan dan berkomunikasi dengan pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak( P2TP2A), karena kondisi korban sekarang ini dalam keadaan pucat, sedang mengandung dan kesehatannya pun belum stabil.

"Insyaallah kita akan membawa korban AR ke Puskesmas Ciawi, untuk di cek secara keseluruhan kesehatan, dan lain sebagainya, setelah itu kita serahkan ke tim penyidik,"katanya.



Terang dia, karena sejauh ini, AR menyampaikan bahwa semua identitas AR sendiri sampai sekarang masih di tahan oleh suami pertamanya.

"Kami akan mencoba berkomunikasi lebih lanjut mengenai hal ini," terangnya.(Kris)


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait