Inilah Ungkapan Pelaku Soal Status Berisikan Ujaran Kebencian pada Tenaga Kesehatan dan Pejabat

Jawa Barat —Selasa, 26 Jan 2021 20:52
    Bagikan:  
Inilah Ungkapan Pelaku Soal Status Berisikan Ujaran Kebencian pada Tenaga Kesehatan dan Pejabat
Ketua Pengurus Cabang (PC) IBI Pangandaran Nani Yuningsih.S. Am. Keb, SKM saat mengobrol dengan pelaku penyebar ujaran kebencian S di Polsek Parigi. (foto: dry)

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN. 

Pria berinisial S (27) warga Desa Selasari Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang menyerahkan diri ke Mapolsek Parigi Polres Ciamis usai mengungkapkan ujaran kebencian di media sosial WhatsApp. Senin (25/01/2021) malam.

Saat ditemui, pelaku mencetuskan ujaran kebencian terhadap pemerintah atas diberlakukannya pengetatan wilayah di Kabupaten Pangandaran sehingga berdampak pada usahanya.

"Saya ini usahanya di bidang seni, dengan aturan yang diterapkan pemerintah membuat kesal karena 10 jadwal pentas musik dangdut dibatalkan," ujarnya di Polsek Parigi, Selasa (26/01/2021).

Dia mengaku, selama ini sudah bersabar karena ada pentas yang diundur pada tanggal 27-28 Januari. 

"Namun kemarin, saya dapat kabar kebijakan pembatasannya diperpanjang lagi,” kesalnya.

Kata dia, atas dasar tersebut dirinya menumpahkan kekecewaan di status WhatsApp miliknya pada  Senin (25/01/2031) sekitar pukul 18.30 WIB kemarin. 

"Saya juga sedang ada masalah keluarga jadi khilaf,” sebut penabuh kendang itu.



Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Parigi Aiptu Ajat Sudrajat mengatakan, setelah beberapa jam, postingan pelaku menyebar luas sampai ke kalangan tenaga medis. Sadar perbuatannya salah dan memancing reaksi dari tenaga medis.

"Kemudian pelaku datang Polsek tadi malam dan meminta perlindungan karena tulisannya itu membuat banyak kalangan tenaga kesehatan marah,” ujarnya.



Ajat menyebutkan, kini pihaknya masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut, dan petugaspun masih memeriksa pelaku atas dugaan ujaran kebencian yang dilakukannya.

“Kasusnya masih kami dalami, jadi belum bisa kami paparkan lebih lanjut. Tapi kalau ujaran kebencian tentu melanggar UU ITE,” pungkasnya. (dry)



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait