Dua Tahun Oknum Pendamping PKH Gasak Dana Bansos KPM

Kriminal —Selasa, 26 Jan 2021 21:22
    Bagikan:  
Dua Tahun Oknum Pendamping PKH Gasak Dana Bansos KPM
Oknum Pendamping PKH Gasak Dana Bansos KPM diamankan Polres Cianjur. (foto:nuki)

POSKOTAJABAR,CIANJUR.

"Sepandai- pandainya menyimpan bangkai, suatu saat baunya akan tercium juga"

Pepatah diatas menggambarkan aksi yang dilakukan PI (33), salah seorang oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kementrian Sosial di Kabupaten Cianjur yang menggelapkan dana bantuan sosial (bansos) Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selama kurun waktu 2 tahun, warga asal Sindangbarang itu telah menggelapkan dana bansos hingga nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Aksi mulus PI selama 2 tahun akhirnya terendus juga oleh Satuan Tipikor Polres Cianjur. Kini ia telah dijadikan tersangka dan ditahan di Polres Cianjur guna menjalani penyidikan lebih lanjut.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dokumen dan berkas daftar penerima bantuan, 17 kartu ATM milik korban, dan lainnya.

Kapolres Cianjur AKBP Mokhamad Rifai mengatakan, kasus ini terungkap dari adanya laporan sejumlah KPM yang merasa tidak pernah menerima dana bansos dari program tersebut.

"Ada 17 KPM yang melaporkan, mereka sekaligus sebagai korban. Dana bansos yang seharusnya diterima per triwulan dari 2017-2019 itu digelapkan oleh pelaku,"ujar Rifai saat ekspose perkara di Mapolres, Selasa (26/01/2021).


Rifai menuturkan, selama kurun waktu dua tahun itu, pelaku telah menggelapkan dana sebesar Rp 107 juta. Dana tersebut seharusnya menjadi hak penerima bantuan.

"KPM yang didampingi pelaku ini sebenarnya jumlahnya banyak. Namun, yang digelapkan dananya tercatat ada 17 KPM,"terangnya.



Lebih lanjut dikatakan, untuk menarik dana bansos milik KPM tersebut, pelaku menggunakan kartu ATM bank para korban.

"Awalnya, para korban tidak tahu jika nama mereka masuk dalam daftar penerima PKH. Baru tahu saat sedang mengurus program bansos lain. Dari situlah perbuatan pelaku ini terbongkar,"ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. (Nuki)





Editor: Suherlan
    Bagikan: