Bareskrim Polri Mencecar Ambroncius Nababan dengan 25 Pertanyaan, dalam Kasus Rasisme Terhadap Natalius Pigai

Jawa Barat —Rabu, 27 Jan 2021 09:07
    Bagikan:  
Bareskrim Polri Mencecar Ambroncius Nababan dengan 25 Pertanyaan, dalam Kasus Rasisme Terhadap Natalius Pigai
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. (Ist.)

POSKOTAJABAR, JAKARTA.  

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Crime Bareskrim Polri mencecar Ambroncius Nababan dengan 25 pertanyaan, saat diperiksa di Breskrim Polri. Ambroncius Nababan adalah Ketua Umum Pro Jokowi-Amin (Projamin) yang diperiksa polisi dalam kasus dugaan rasisme terhadap mantan Ketua Komnas HAM Natalius Pigai.

Nababan diperiksa Direktorat Tindak Pidana Siber Crime Bareskrim Polri, pada Senin (26/01/2021) malam terkait unggahannya di Facebook-nya, dengan menyandingkan foto mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dengan seekor gorila.

BACA JUGA:  Angka Positif Covid-19 di Indonesia Sudah Tembus di Atas Satu Juta Orang

"Sampai kemarin, diberikan sebanyak 25 pertanyaan dan semalam sudah kembali ke kediaman yang bersangkutan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Rusdi Hartono, di Gedung Humas Polri, Selasa (26/01/2021).

Menurut Brigjen Pol. Rusdi, penyidik tidak melakukan penahanan lantaran status Nababan masih sebagai saksi, karena hingga kini penyidik terus mendalami kasus tersebut.

Nababan sendiri menyambangi Bareskrim Polri lebih awal dari jadwal pemanggilan yang seharusnya, pada Rabu (27/01/2021).  

Nababan mengatakan, tidak menyangka postingannya ramai diperbincangkan publik dan dianggap sebagai tindakan rasisme. Ia menyebutkan, unggahannya sebatas pribadi antara dirinya dengan Natalius Pigai.

"Sebenarnya, itu hanya untuk pribadi saya dengan pribadi Natalius Pigai. Jadi, sekarang berkembang, saya melakukan perbuatan rasis. Sebenarnya, tidak ada niat saya untuk rasis," ujarnya.

BACA JUGA:  Pelaku Begal Terhadap Kolonel Marinir di Jalan Merdeka Barat Berhasil Ditangkap Polisi, Sempat Buron

Atas unggahanya itu, Nababan kemudian meminta maaf kepada Natalius Pigai dan masyarakat Papua.

"Saya meminta maaf kepada Saudara Natalius Pigai dan masyarakat Papua. Mungkin ada yang tersinggung dan menganggap saya menghina masyarakat luas, apalagi melakukan rasis," ucap Nababan. (Ilham/win)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait