Prostitusi Online Melibatkan Anak Dibawah Umur Dibongkar Polda Jawa Timur

Jawa Barat —Rabu, 27 Jan 2021 09:38
    Bagikan:  
Prostitusi Online Melibatkan Anak Dibawah Umur Dibongkar Polda Jawa Timur
Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Gatot RH, memberikan keterangan kasus prostitusi online anak dibawah umur. (Ist.)

POSKOTAJABAR, SURABAYA. 

Prostitusi online melibatkan anak dibawah umur yang terjadi di Kelurahan Tambak Rejo, Waru, Sidoarjo, pada Kamis (21/01/2021) berhasil dibongkar Unit IV Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim), Kamis (21/1/2021). Kasus ini melibatkan seorang mahasiwa, AP (21), warga Tambakrejo, Waru, Sidoarjo yang menawarkan anak dibawah umur lewat aplikasi Michat dengan nama akun Puput.

Kemudian, Grup Whatsap “Beragam Kreasi Jatim” dan Grup Facebook “Cewek Include Surabaya Sidoarjo” dengan akun Facebook Angga Gepeng.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot RH, mengatakan, kasus ini berawal pada bulan Januari 2021, tersangka AP mengenal korban yang baru berusia 15 tahun. Kemudian, menawarkan wanita itu .dibantu boking order (BO) melalui online.

BACA JUGA:  Bareskrim Polri Mencecar Ambroncius Nababan dengan 25 Pertanyaan, dalam Kasus Rasisme Terhadap Natalius Pigai

Karena korban bersedia, lalu tersangka mengunggah konten berisi penawaran jasa layanan prostitusi melibatkan anak dibawah umur di medsos aplikasi Michat, Grup Whatsap dengan nomor 0821201xxxx dan Grup Facebook.

"Tersangka mematok tarif bervariasi. Untuk layanan prostisusi ini, pelaku memasang tarif sebesar Rp. 500 ribu hingga Rp. 2 juta,” kata Gatot Repli Handoko didampingi Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Efendi Selasa (26/1/2021).

Kasus tersebut terbongkar saat Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim dipimpin Kasubdit Siber, AKBP Wildan, sekira Januari 2021 melakukan patrol Siber (cyber patrol). Kemudian, dilakukan analisa dan penyelidikan keberadaan pemilik akun yang menggunggah konten tersebut.

BACA JUGA:  KPK akan Periksa Lima Anggota DPRD Jawa Barat, Terkait Suap Proyek di Pemkab Indramayu

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya membekuk tersangka AP, pada Kamis (21/01/2021) sekitar pukul 23.00 WIB, di rumahnya di daerah Waru Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa handphone merk Xiaomi Redmi Note 9 dan satu unit handphone merk Asus.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau pasal 296 KUHP. Sedang ancaman hukuman 6 tahun atau denda Rp. 1 Miliar. (ilham/tha)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait