Profil dan Biodata Listyo Sigit Prabowo, Kapolri yang Baru Saja Dilantik

Gaya Hidup —Rabu, 27 Jan 2021 14:24
    Bagikan:  
Profil dan Biodata Listyo Sigit Prabowo, Kapolri yang Baru Saja Dilantik
Listyo Sigit Prabowo. Wikipedia

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Situs Akpol mencatat nama Listyo merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991. Dia melanjutkan studi magister di Universitas Indonesia, membuat tesis tentang penanganan konflik etnis di Kalijodo.

Sebelum menduduki pimpinan Polri, Listyo Sigit Prabowo kelahiran Ambon, 5 Mei 1969, itu menapaki karier setahap demi setahap sejak lulus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991.

Di tahap awal, Listyo pernah memimpin Polsek Duren Sawit pada 1999 dan Polsek Tambora pada 2003. Listyo kemudian diangkat menjadi Kapolres kota Surakarta pada 2011.

BACA JUGA:  Prostitusi Online Melibatkan Anak Dibawah Umur Dibongkar Polda Jawa Timur

Di Kota Solo inilah ia mulai dekat dengan Jokowi, yang saat itu menjabat Wali Kota. Kedekatannya di Surakarta ini pun disebut-sebut membuat Jokowi, saat menjadi Presiden, menempatkannya di sejumlah jabatan strategis. 

Usai bertugas di Solo, Listyo ditarik ke Jakarta dan menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada 2012.

Saat Jokowi menang Pilpres 2014, Listyo kemudian ditugaskan untuk menjadi ajudan Presiden. Dua tahun berikutnya, ia mengepalai Polisi Daerah Banten, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada 2018.

Pemegang gelar S2 Ilmu Kepolisian di Universitas Indonesia itu kemudian kembali ke bidang reserse ketika diangkat menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri pada 2019, menggantikan Idham Aziz yang saat itu diangkat menjadi Kapolri.

Beberapa kasus yang ia tangani adalah penyiraman air keras Novel Baswedan dan kasus Transpasific Petrochemical Indotama.

BACA JUGA :  Bareskrim Polri Mencecar Ambroncius Nababan dengan 25 Pertanyaan, dalam Kasus Rasisme Terhadap Natalius Pigai

Listyo Sigit juga menangani kasus Djoko Soegiarto Tjandra dan memulangkannya dari Malaysia. Sebelumnya Djoko telah menjadi buronan selama 11 tahun.

Bareskrim Polri mengungkap dua kasus Djoko Tjandra yang menjadi perhatian publik yakni pemalsuan surat jalan dan kasus korupsi terkait pengurusan penghapusan red notice.

Dalam kasus itu, jenderal polisi yang terlibat yakni Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, keduanya masih menjalani persidangan di pengadilan.

Bareskrim juga menangani kasus pembobolan kas Bank BNI lewat L/C fiktif Bank BNI dengan tersangka Maria Pauline Lumowa yang sempat kabur ke luar negeri selama 17 tahun. Kini Maria telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menunggu jadwal persidangan.

Listyo Sigit juga terlibat dalam pengamanan demonstrasi massa yang menentang Undang-undang Cipta Kerja. Dia tercatat dua kali memantau jalannya unjuk rasa di Jakarta Pusat pada pertengahan dan akhir Oktober 2020.
 (RIN)

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait