Gunung Merapi Yogyakarta Erupsi, BPPTKG Himbau Masyarakat Tidak Melakukan Aktivitas Sekitar Gunung

Jawa Barat —Rabu, 27 Jan 2021 16:56
    Bagikan:  
Gunung Merapi Yogyakarta Erupsi, BPPTKG Himbau Masyarakat Tidak Melakukan Aktivitas Sekitar Gunung
Merapi meletus. foto Twitter

POSKOTAJABAR, YOGYAKARTA

Tingkat Aktivitas Siaga, Merapi Keluarkan Rentetan Awan panas Guguran. Sejak tgl 4 Januari 2021 Merapi memasuki fase erupsi yang bersifat efusif yang dikenal juga sebagai tipe Merapi.

Gunung Merapi (2.930 mdpl) meletus besar Rabu (27/1/2021) siang, sekitar pukul 13.45 WIB.

BACA JUGA :  Bareskrim Polri Mencecar Ambroncius Nababan dengan 25 Pertanyaan, dalam Kasus Rasisme Terhadap Natalius Pigai

Kolom raksasa abu vulkanik membubung dari puncak, bisa dilihat secara jelas dari sekitar kawasan Cangkringan, Sleman, DIY.

Sebagian warga waswas dan degdegan menyaksikan letusan besar yang diawali rentetan luncuran awan panas sejak Selasa (26/1/2021).

Berapa warga membagikan foto Merapi di Media Sosial Twitter dengan Tagar #Merapi

“Pada hari ini, Rabu (27/01), sejak pukul 00.00-14.00 WIB, Gunung Merapi telah meluncurkan 36 kali awanpanas guguran dengan jarak luncur antara 500-3000 m ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong.  Awanpanas tercatat di seismogram dengan amplitudo antara 15-60 mm dan durasi 83-197 detik”, ungkap Kepala BPPTKG, Hanik Humaida.

Akibat dari kejadian awanpanas guguran tersebut, sejumlah lokasi melaporkan hujan abu dengan intensitas tipis hingga tebal, seperti di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali dan beberapa lokasi di Klaten.

“Hujan abu dpt terjadi sbg akibat dari kejadian awanpanas guguran. Untuk itu masyarakat diharapkan utk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik seperti dgn menggunakan masker, kacamata, & menutup sumber air," ungkap Hanik terkait kejadian hujan abu yang terjadi.

Hanik menyatakan bahwa jarak luncur awanpanas msh dlm radius bahaya yg direkomendasikan oleh BPPTKG–PVMBG-Badan Geologi, yaitu sejauh 5 km dari Puncak Merapi pd alur Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, & Putih.

BACA JUGA:  Prostitusi Online Melibatkan Anak Dibawah Umur Dibongkar Polda Jawa Timur

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah yang direkomendasikan tersebut. Selain itu, terkait dengan masih musim penghujan, Hanik mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di puncak Gunung Merapi.

Terkait dengan potensi bahaya saat ini, Hanik menyatakan bahwa potensi bahaya erupsi Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya, yaitu meliputi Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih dengan jarak maksimal 5 km dari puncak. Sedangkan erupsi eksplosif masih berpeluang terjadi dengan lontaran material vulkanik diperkirakan menjangkau radius 3 km dari puncak. 


Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait