Polisi Berhasil Bekuk Pembunuh ABG yang Mayatnya Tergeletak di Parit Persawahan

Kriminal —Rabu, 27 Jan 2021 18:00
    Bagikan:  
Polisi Berhasil Bekuk Pembunuh ABG yang Mayatnya Tergeletak di Parit Persawahan
Polisi melakukan olah TKP di parit tempat pelaku meninggalkan korban setelah diperkosa. (asl)

POSKOTAJABAR, KARAWANG.


Tersangka pelaku pembunuhan gadis ABG 15 tahun, yang mayatnya tergelatak di parit areal persawahan, berhasil dibekuk polisi. Polisi meringkus IN (24), pelaku yang membunuh ABG itu, di sebuah Masjid Pasar Ciroyom, Bandung, saat sedang tidur, Selasa (26/01/21) malam. Pelaku yang sempat buron selama 6 hari itu, mengaku kesal karena korban menolak diajak pacaran.

Seperti diketahui, ditemukan mayat setengah telanjang yang menggegerkan warga Karawang, di Kampung Iplik Kelurahan Mekarjati Kecamatan Karawang Barat. Setelah dibunuh, korban juga diperkosa oleh pelaku.

BACA JUGA:  DPRD Jabar Harapkan Hubungan Provinsi Jabar dan Geyongsangbukdo Ditingkatkan

Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksono, mengatakan, pelaku IN ditangkap saat sedang tidur di Masjid Pasar Ciroyom, Bandung. Meski sempat kaget saat polisi menghampiri dirinya, pelaku tidak memberikan perlawanan saat ditangkap. "Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan sudah kita bawa ke Mapolres Karawang untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Oliestha, Rabu (27/01/21).

Menurut Oliestha, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku membunuh korban gara-gara menolak diajak pacaran. Karena kesal, kemudian pelaku membunuh korban dengan cara menjerat leher korban menggunakan tali sweater yang dipakai korban. "Korban dibunuh di kandang ayam karena sebelumnya memang sedang ngobrol berduaan disitu," ungkapnya.


Kemudian, usai korban dibunuh pelaku lalu memperkosa korban dan kemudian mayatnya diseret ke parit persawahan. Korban mengaku melakukan hal tersebut sendirian. "Pelaku mengaku sendiri saat melakukan perbuatannya.  Namun, kami masih terus mendalami keterangan pelaku," tandasnya.

Oliestha mengungkapkan, antara pelaku dan korban baru kenal satu hari itu, karena dikenalkan oleh teman pelaku. Keduanya kemudian ngobrol di kandang ayam sambil ngopi. "Saat itu, mungkin pelaku menyampaikan maksudnya untuk memacari korban yang kemudian ditolak korban," tuturnya. (asl)


Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait