Ketua Umum Projamin Ambroncius Nababan Ditahan Atas Kasus Rasisme Terhadap Natalius Pigai

Jawa Barat —Kamis, 28 Jan 2021 10:02
    Bagikan:  
Ketua Umum Projamin Ambroncius Nababan Ditahan Atas Kasus Rasisme Terhadap Natalius Pigai
Ketua Umum Pro Jokowi-Amin (Projamin), Ambroncius Nababan, resmi ditahan Dittipid Siber Bareskrim Polri dalam kasus rasisme terhadap mantan Ketua Komnas HAM Natalius Pigai. (Warta9)

POSKOTAJABAR, JAKARTA.  

Ketua Umum Pro Jokowi-Amin (Projamin), Ambroncius Nababan, yang diduga melakukan ujaran rasisme terhadap mantan Ketua Komnas HAM, Natalius Pigas, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Siber Bareskrim Polri. Usai menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik, Ambroncius Nababan langsung dilakukan penahanan, Rabu (27/1/2021). Ia ditahan untuk 20 hari kedepan di Rutan Bareskrim Polri.

"Penyidik mempertimbangkan, untuk kepentingan penyidikan. Kemudian, juga berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh bukti yang cukup bahwa tersangka diduga keras telah melakukan tindak pidana yang dapat dikenakan  penahanan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono, Rabu (27/01/2021) 

BACA JUGA:  Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar Meninggal Dunia

Seperti diketahui, Ambroncius Nababan ditetapkan sebagai tersangka dari hasil gelar perkara setelah memintai keterangan 5 saksi, termasuk saksi ahli pidana dan juga saksi ahli bahasa. Usai menjalani pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Ambroncius Nababan langsung dilakukan penahanan. Penahanan terhadap Ambroncius Nababan dilakukan penyidik mulai tanggal 27 Januari sampai tanggal 15 Febuari 2021.

Menurut Argo Yuwono, penahanan terhadap Ambroncius Nababan sesuai dengan surat perintah penahanan nomor SPHan/18/I/2021/Direktorat Tindak Pidana Siber. 

"Jadi 20 hari ke depan  AN ditahan di rumah tahanan negara Bareskrim Polri. Ini surat penahanannya, ditandatangani oleh penyidik dan juga ditandatangani oleh tersangka atas nama AN. Yang pasti, penyidik Polri akan menuntaskan kasus ini secara profesional dan akuntabel," tuturnya.

BACA JUGA:  DPRD Jabar Harapkan Hubungan Provinsi Jabar dan Geyongsangbukdo Ditingkatkan

Kuasa Hukum Ambroncius Nababan, Herman Sitompul, mengatakan, pihaknga belum berpikir untuk mengajukan praperadilan karena masih akan melakukan rapat internal di tingkat DPP Projamin untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Nanti kita lihat, praperadilan menguntungkan atau tidak bagi klien kami. Itu akan kami rapatkan di tingkat DPP Projamin. Jadi, tidak sembarangan kita mempraperadilankan Polri. Begitu juga mengenai permohonan penangguhan penahanan, kami akan pikirkan kedepan karena itu adalah hak kami. ," kilahnya.  (ilham/tri)


 

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait