Disharmoni Relawan Pengangkut Peti Jenazah dengan Pemkot Bandung Harus Segera Diselesaikan

Jawa Barat —Kamis, 28 Jan 2021 17:30
    Bagikan:  
Disharmoni Relawan Pengangkut Peti Jenazah dengan Pemkot Bandung Harus Segera Diselesaikan
Ini aktivitas yang terjadi setelah terjadi disharmoni antara Pemkot Bandung dengan Relawan Panggul Peti Jenazah Covid-19 TPU Cikadut. Keluarga gotong peti jenazah sendiri. (foto:kris)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Yudhy Ferdian, warga Bandung yang tengah berziarah ke makam keluarganya di TPU Cikadut tidak habis mengerti kenapa sampai terjadi disharmonisasi antara relawan pengangkat peti jenazah dengan pemerintah kota (Pemkot) Bandung.

Akibatnya keluarga korban Covid-19 yang kena batunya, peti jenazah terpaksa harus diangkat oleh anggota keluarga padahal mereka adalah korban, dan tidak tahu menahu dengan permasalahan yang terjadi antara relawan dengan pemerintah kota.

"Kalau sebelumnya sudah diberitahu, bahwa peti jenazah harus diangkat sendiri, tentu tidak jadi masalah. Jadi mereka bisa menyiapkan baju hazmat," katanya, Kamis (28/01/2021).

Dampaknya, tentu perang melawan Virus Corona tidak akan bisa berakhir.

"Inikan berarti, pemerintah kota membuka pintu seluas-luasnya untuk klaster kuburan, atau klaster keluarga korban meninggal akibat Covid-19," ungkapnya.

BACA JUGA : Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Rupiah Anjlok Parah


Keluarga yang tidak tahu apa apa soal perselisihan yang terjadi antara pemerintah kota dengan relawan akhirnya menanggung akibatnya.

"Mereka harus gotong peti jenazah tanpa baju hazmat," terangnya.

Harapan Yudhi, pemerintah kota bisa segera menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi di TPU Cikadut.

"Harus diselesaikan secepatnya permasalahan ini," terangnya.


BACA JUGA :Berkedok Jualan Jamu Ternyata Perempuan Cantik Ini Jualan Miras Impor



Selain itu, Yudhi juga menjelaskan, medan di TPU Cikadut ini juga berat bagi anggota keluarga yang tidak telatih mengangkat peti.

Jalannya terjal, berkelok kelok, licin ada pecahan-pecahan batu makam.


BACA JUGA : Raja Thailand Angkat Selir Cantik Sineenat Wongvajirapakdi Jadi Ratu Kedua

"Belum lagi bila anggota keluarga harus mengangkat peti saat malam tiba dan saat habis hujan, sepatu bisa debel (penuh tanah liat)," katanya.

"Jangan sampai timbul persepsi buruk di masyarakat, jangankan untuk membantu warga miskin, orang matipun dibuat sulit di kota bandung," pungkasnya. (Aris)


BACA JUGA : Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Pangarengan KabupatenCirebon, Satu Orang Hilang

 


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait