Distaru Kota Bandung Akan Rekrut Tenaga Pemikul Jenazah Menjadi PHL Permanen

Jawa Barat —Kamis, 28 Jan 2021 20:47
    Bagikan:  
Distaru Kota Bandung Akan Rekrut Tenaga Pemikul Jenazah Menjadi PHL Permanen
Kadistaru Kota Bandung, Bambang Suhari, merencanakan merekrut tenaga pemikul jenazah di TPU Cikadut menjadi PHL permanen. (Humas Pemkot Bandung).
POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung akan merekrut tenaga pemikul jenazah di TPU Cikadut menjadi Pekerja Harian Lepas (PHL) secara permanen.  Sehingga, pemakaman jenazah Covid-19 akan gratis. Sedangkan, proses perekrutan direncanakan dimulai pada pekan depan. 

Kadistaru Kota Bandung, Bambang Suhari, menyatakan, langkah perekrutan ini sebagai upaya untuk mengatasi polemik yang terjadi di TPU Cikadut. Sehingga, kini Distaru tidak hanya menyiapkan lahan, menggali dan mengurug saja, namun juga memfasilitasi pemikulan.

“Ke depan, secra teknis akan berkoordinasi dengan rekan-rekan yang ada di warga setempat untuk direkrut oleh Distaru menjadi tenaga harian lepas. Insyaallah kami akan merekrut mereka sesuai dengan prusedur meknisme dan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Bambang di Balai Kota Bandung, Kamis (28/01/ 2021).


Pekan ini, Bambang bakal berupaya keras menuntaskan keperluan administrasi perekrutan PHL pemikul jenazah ini. Dengan adanya perekrutan tenaga pemikul ini, Bambang menyatakan, seluruh proses pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Bandung gratis.

“Kita akan urus mekanisme adminiatrasi yuridisnya, dua hari ini. Nanti, hari Senin sudah bisa rekrut warga di sana untuk sama-sama dengan petugas kita melakukan piket untuk pengurusan jenazah akibat Covid-19,” katanya.

Bambang menuturkan, petugas pemikul jenazah ini menjadi solusi alternatif bagi keluarga jenazah yang meninggal karena terpapar Covid-19. Meski demikian, ia mengakui masih ada keluarga yang tetap ingin ikut memikul jenazah.

“Khusus keluarga atau ahli waris yang akan hadir dalam prosesi pemakaman jenazah akibat Covid-19 atau suspect, kami sangat menekankan untuk mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai kami yang menjadi sasaran. Kami sudah menyediakan APD di lapangan, walaupun terkadang masih ada keluarga yang tidak mau menggunakan APD," tegasnya.


Petugas pemikul ini akan bergabung bersama petugas penggali, yang siaga selama 24 jam. Mereka akan dioptimalkan untuk menjadi pasukan tambahan di masa darurat pandemi Covid-19 ini. Statusnya nanti sebagai PHL. Namun, karena Covid-19 ini tidak bisa diprediksi sampai kapan ini berakhir. 

Semenjak muncul polemik di TPU Cikadut, Bambang terjun langsung untuk memantau kondisi di lapangan. Dia memastikan tidak ada proses yang dilewatkan oleh pelayanan Distaru, sehingga menelantarkan jenazah.

“Bahwa dua hari ini dan kemarin malam kami meninjau ke lapangan dan tidak ada jenazah yang diterlantarkan di Cikadut. Petugas kami menangani itu, memikul sampai ke titik liang lahat, kemudian memasukan dan mengurug sampai tuntas sesuai dengan yang seharusnya dengan menerapkan protokol kesehatan,” paparnya. (nang's)
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait