Warga Karangsari Pangandaran Geger Temukan Mayat di Rumah Kosong

Jawa Barat —Jumat, 29 Jan 2021 06:24
    Bagikan:  
Warga Karangsari Pangandaran Geger Temukan Mayat di Rumah Kosong
Pihak kepolisian dari polsek Pangandaran dan tim medis Puskesmas Pangandaran pada saat mengevakuasi mayat yang merupakan warga Cilacap (foto: ist)
POSKOTAJABAR, PANGANDARAN.

Warga Dusun Karangsari RT 06/02 Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dihebohkan dengan adanya sosok mayat laki-laki tergeletak di rumah kosong, Kamis (28/01/2021) petang.

Berdasarkan informasi yang di himpun, mayat yang ditemukan warga di rumah kosong itu bernama Sumarno (49) yang merupakan warga Dusun Cisumur RT. 05/06 Desa Cisumur, Kecamatan Gandrungmanggu Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Sosok mayat jenis kelamin laki-laki itu pertama kali ditemukan oleh Suryana warga Dusun Cihandiwung RT. 02/02 Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran.

"Sewaktu saya mau ke kamar mandi melihat ada orang tergeletak di bangunan kosong, kemudian saya melihat secara dekat dan ternyata orang tersebut tidak bergerak," ujarnya kepada media, Kamis (28/01/2021) malam.

Setelah tahu sosok pria itu tergeletak dan tidak bergerak, kata dia, dirinya langsung memberi tahu  warga lain bahwa ada orang yang tergeletak di bangunan kosong dalam posisi terlentang dan tidak bergerak.

"Di duga orang tersebut meninggal selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pangandaran. kemudian petugas dari polsek beserta team dari puskesmas pangandaran datang ke TKP," terangnya.



Menurut dia, diketahui dari hasil pemeriksaan petugas medis dan kepolisian tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan pada tubuh korban.

"Dugaan korban meninggal karena kelaparan," duganya.

Sementara, warga lainnya,Yatiman menerangkan, korban dalam kesehariannya sejak 3 bulan yang lalu bekerja sebagai pemulung rongsok di daerah sekitar TKP dan masih dalam keadaan sehat.

"Semenjak setengah bulan yang lalu korban mulai sakit-sakitan dan batuk-batuk sehingga korban memilih istirahat di rumah kosong sekitar TKP," ungkapnya.



Dia mengaku,  sering memberi makan korban selama sakit-sakitan dan terakhir memberi makan korban sekitar 3 hari kebelakang.

"Di karenakan situasi Corona dan saya takut terkena Corona, sehingga saya memutuskan untuk tidak memberi makan lagi. Dan terakhir saya melihat keadaan korban sekitat 3 hari yang lalu," pungkasnya. (dry)



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait