KNPI Melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri Atas Dugaan Rasisme Terhadap Natalius Pigai

Jawa Barat —Jumat, 29 Jan 2021 06:39
    Bagikan:  
KNPI Melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri Atas Dugaan Rasisme Terhadap Natalius Pigai
Ketua Bidang Hukum KNPI, Medya Riszha Lubis, memperlihatkan bukti laporan KNPI soal rasis Abu Janda. (Ist.)

POSKOTAJABAR, JAKARTA.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melaporkan pegiat sosial media Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim Polri, Kamis (28/1/2021). Abu Janda dilaporkan atas dugaan rasisme, ujaran kebencian, dan SARA di akun twitter-nya terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Laporan itu tertuang dengan nomor LP/B/0052/I/2021/Bareskrim tertanggal Kamis 28 Januari 2021. Dalam laporan itu tertuang akun Twitter milik Abu Janda @permadiaktivis1.

Sebelum laporan dari KNPI tentang rasis terhadap Natalius Pigai, kasus lainnya adalah Ketua Relawan Pro Jokowi-Ma'ruf Amin (Projamin), Ambroncius Nababan, yang kini ditahan oleh Bareskrim Polri sebagai tersangka atas kasus yang sama.

Ketua Bidang Hukum KNPI, Medya Riszha Lubis, mengatakan, pihaknya melaporkan Abu Janda setelah mendapat mandat dari Ketua Umum DPP KNPI  Haris Pertama. 

BACA JUGA: Distaru Kota Bandung Akan Rekrut Tenaga Pemikul Jenazah Menjadi PHL Permanen

"Kami mendapat mandat dari Ketua Umum DPP KNPI, kemudian berinisiatif melaporkannya dan minta kepada Bareskrim Polri untuk mengusut kasus ini," kata Medya di Gedung Bareskrim Polri, Kamis (28/01/2021).

Dikatakannya, cuitan bernada kebencian dan SARA tersebut diunggah Abu Janda pada 2 Januari 2021 lalu. Abu Janda menuliskan kata-kata "kau @nataliuspigai apa kapasitas kau, ah sudah selesai evolusi kau" kepada Natalius Pigai yang tidak sesuai topik diperbincangkan. 

"Kata evolusi jelas, selain nggak nyambung sama topik sebelumnya yang sedang dia bicarakan di Twitter, tahu-tahu langsung disebut eh kau sudah selesai evolusi atau belum. Itu maknanya nggak bagus," kilahnya.

Medya menduga penghinaan alias rasis tersebut tidak hanya ke Natalius tapi juga kepada warga keturunan Papua. Kemudian, dihapus oleh Abu Janda sari Twitter-nya.

"Nggak masalah tweet dihapus karena masyarakat banyak tersinggung kami sudah dapatkan screen capture-nya dan itu sudah diterima sebagai bukti awal," tukasnya.

BACA JUGA: Kongres Tahunan PSSI 2021 Akan Dilaksanakan Secara Tatap Muka

"Kalau memang twit enggak merasa menyinggung siapa-siapa, buat apa dia hapus. Itu jadi pertanyaan," sambungnya.

Saat melaporkan, Medi membawa sejumlah bukti, salah satunya tangkap layar cuitan Permadi Arya di Twitter yang sudah dihapus. Barang bukti itu, menjadi dasar laporan diterima Bareskrim Polri. (Ilham/win)

 

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait