Kemenaker Pasang Target Menyiapkan 500 Ribu Pekerja Terampil di Tahun 2021

Jawa Barat —Jumat, 29 Jan 2021 07:14
    Bagikan:  
Kemenaker Pasang Target Menyiapkan 500 Ribu Pekerja Terampil di Tahun 2021
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan, Kemenaker siapkan 500 ribu tenaga di sektor pariwisata pada tahun 2021. (kemenaker.go.id)

POSKOTAJABAR, JAKARTA.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pasang target menyiapkan 500 ribu pekerja terampil di sektor pariwisata pada tahun 2021. Hal itu, untuk mendukung terwujudnya lima destinasi super prioritas di Indonesia yang tengah dibangun. 

Demikian dikatakan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara BBPLK Medan dengan Institut Teknologi Del dan Penandatangaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Ditjen Binapenta dengan PT Toba Tenun Sejahtera, di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, pada hari Kamis (28/01/2021).

BACA JUGA:  KNPI Melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri Atas Dugaan Rasisme Terhadap Natalius Pigai

Menaker Ida Fauziyah mengatakan, nota kesepahaman ini merupakan bagian dari dua program besar Kemenaker untuk pemulihan di sektor pariwisata yaitu peningkatan keterampilan SDM dan perluasan kesempatan kerja di kawasan pariwisata setempat.

"Untuk tahun 2021, Kemenaker akan menargetkan akan melatih dan melakukan sertifikasi kepada 500 ribu tenaga kerja di sektor pariwisata untuk lima destinasi wisata super prioritas di antaranya yakni Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, dan Likupang," kata Menaker Ida.

Menurutnya, kerja sama antara BBPLK Medan dan Institut Teknologi Del dalam pengembangan pelatihan berbasis digital ini, sangat baik dan akan sangat bermanfaat di era revolusi industri 4.0 yang berbasiskan teknologi digital. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan pengembangan ekosistem digital dan transformasi BLK yang menjadi program unggulan Kemnaker pada tahun ini.

BACA JUGA:  Kongres Tahunan PSSI 2021 Akan Dilaksanakan Secara Tatap Muka

Menaker Ida menambahkan, sektor pariwisata tidak hanya diisi oleh pekerja formal namun juga informal. Selain itu, terdapat  dua sektor lainnya yaitu kuliner dan kerajinan yang saat ini dianggap potensial. 

"Kami punya BLK yang dikelola oleh Pemerintah Pusat, ada juga BLK yang dikelola oleh Pemerintah Daerah, dan tentu kami akan terus sinergikan karena tidak sedikit kompetensi SDM yang harus kita bangun. Disamping itu, kami juga punya BLK komunitas, karena banyak BLK komunitas itu yang jurusannya pariwisata," ujar Menaker Ida. (rizal/win)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait