Cegah Penyebaran Covid-19, Peserta Musrenbang Kota Cimahi Dibatasi Hanya 20 Orang

Jawa Barat —Jumat, 29 Jan 2021 07:51
    Bagikan:  
Cegah Penyebaran Covid-19, Peserta Musrenbang Kota Cimahi Dibatasi Hanya 20 Orang
Suasana Pra Musrenbang tingkat Kelurahan Cibabat Cimahi. (foto:bagdja)
POSKOTAJABAR, CIMAHI.


Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cimahi, Ngatiyana mengatakan,  Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dalam melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2021, secara serentak pada tanggal 1 dan 2 Februari 2021  akan membatasi  tidak boleh  lebih dari 20 orang.

Adapun tahapan Focus Group Discussion (FGD)/pra-Musrenbangnya sendiri telah dimulai sejak Rabu (27/01) dan Jumat (28/01) . 

Tahapan Musrenbang tingkat kelurahan ini tetap digelar secara tatap muka namun dengan jumlah peserta yang dibatasi agar tetap memenuhi protokol kesehatan seiring dengan situasi pandemi Covid-19 yang tengah melanda Kota Cimahi. 


Diakui Ngatiyana, pelaksanaan kegiatan Musrenbang ditengah situasi pandemi Covid-19 saat ini memang cukup beresiko. Namun demikian, kegiatan tersebut mau tidak mau tetap harus dijalankan demi menopang penyusunan program-program pembangunan di Kota Cimahi ke depannya. 

"Terlebih lagi, tahun 2022 nanti merupakan tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cimahi untuk periode 2017-2022.  Untuk Musrenbang memang semuanya dilematis. Harus tercapai dan dikejar waktu juga, karena kalau tidak dilaksanakan nanti penyusunan program Pemerintah Kota Cimahi yang berorientasinya untuk masyarakat tidak bisa berjalan," ujarnya.


Menurut Ngatiyana kembali, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh SKPD terkait termasuk jajaran aparatur kewilayahan di tingkat kecamatan dan kelurahan agar senantiasa menetapkan protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan Musrenbang di tingkat kelurahan. 

Hal ini dilakukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi terjadinya penularan Covid-19 diantara para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. 



"Saya perintahkan untuk Musrenbang tingkat kelurahan (tetap) dilaksanakan tetapi dengan waktu dan jumlah peserta yang terbatas, tidak lebih dari 20 orang. Dari 20 orang ini dibagi menjadi 4 kelompok, dimana satu kelompok hanya 5 orang maksimal. Jadi pembahasannya itu benar-benar khusus secara terpisah dengan lima orang itu aja agar tidak berpotensi terjadi penularan Covid-19,"paparnya.


Musrenbang tingkat kelurahan dihadiri oleh perwakilan unsur kecamatan (terutama Camat dan Kepala Seksi Pemerintahan), tenaga pendamping kelurahan dari kantor kecamatan, Lurah dan seluruh perangkat kelurahan di bawahnya, perwakilan unsur Puskesmas, LPM, TP.PKK, para ketua RW dan RT serta para tokoh masyarakat di setiap kelurahan. (Bagdja).



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait