Pelaku Penusukan Imam Masjid di Depok Ternyata Pernah Dideportasi dari Jepang Gegara Kasus Pelecehan

Kriminal —Jumat, 29 Jan 2021 15:28
    Bagikan:  
Pelaku Penusukan Imam Masjid di Depok Ternyata Pernah Dideportasi dari Jepang Gegara Kasus Pelecehan
Pelaku penusukan Imam Masjid ditangkap petugas Polsek Cimanggis di rumahnya. (Angga)

POSKOTAJABAR, DEPOK

Pelaku penusukan Imam Masjid di Depok, Ismail Ardiansyah, 22, telah dilakukan penangkapan oleh Polsek Cimanggis, kurang dari 1x24 jam pada Kamis (28/1/2021).

Kapolsek Cimanggis Kompol Agus Khaeron mengatakan pihaknya telah berhasil menangkap seorang pria yang merupakan pelaku penusukan terhadap Ustad alias Imam Masjid H. Prinadi, 70, saat hendak melaksanakan salat subuh.

"Orang yang masih kita mintai keterangan di Polsek diamankan di sekitar lokasi kejadian yaitu IA,22, masih dimintai keterangan lebih lanjut terkait soal percobaan penodongan imam masjid ustad H.Prinadi di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kamis (28/1/2021) subuh," katanya.

BACA JUGA : Pelaku Tinggalkan Motor Matic Milik Korban di Mitra Batik Tasikmalaya

Agus mengungkapkan, berdasarkan hasil keterangan yang diperoleh dari sang Ayah, Nurdin, 54, pelaku dikenal pintar dan merupakan lulusan Universitas di Negara Jepang.

"Iya yang bersangkutan lulusan dari Universitas di Jepang," ungkapnya.

Ia menambahkan, ternyata perilaku menyimpang yang dilakukan Ismail tidak hanya berlangsung saat ini saja. Usut punya usut, pelaku penusukan Imam Masjid itu sempat terlibat kasus pelecehan di Jepang saat menjalani studinya.

"Pelaku dideportasi dari KBRI di Jepang lantaran pernah melakukan kasus pelecehan, yakni memegang wanita tidak dikenal hingga sempat masuk sel selama 20 hari," ucap Kapolsek Cimanggis Kompol Agus Khaeron, Kamis (28/1/2021).

BACA JUGA : Fakta Tagar Eiger yang Sempat Jadi Trending di Twitter

Terpisah, Nurdin, 54, ayah pelaku mengakui bahwa Ismail memang sempat mengalami gangguan kejiwaan, bahkan hingga saat ini.

Nurdin menceritakan jika putranya itu mengalami kelainan mental sejak menyelesaikan pendidikan beasiswa ke Universitas Negara Jepang jurusan multimedia.

"Omonganya ngelatur bisa mengeluarkan ilmu bisa menguasai angin dan air seperti film-film kartun jepang," tuturnya.

Semasa pendidikan di Jepang selama 3 tahun, Ismail masih normal. Tapi setelah empat tahun berjalan omongannya mulai ngelantur dan sering melakukan gerakan aneh.

"Omonganya mulai ngelantur bisa mengeluarkan ilmu dan kayak bisa menguasai angin sampai air seperti film-film kartun jepang," katanya.

BACA JUGA : Risa Sarasvati, Mudah Lapar Usai Penyuntikan Vaksin Kedua

Nurdin juga membenarkan pernyataan Kapolsek Cimanggis, bahwa putranya itu pernah melakukan aksi pelecehan terhadap wanita saat masih berada di Jepang. Bahkan sempat ditahan oleh pihak KBRI di Jepang selama 20 hari.

Hingga saat ini, pelaku penusukan imam masjid tersebut telah ditangani oleh Polsek Cimanggis dan tengah menjalani pemeriksaan kejiwaan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. (angga/tha)

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait