Pandemi Covid-19 Pengaruhi Perekonomian Masyarakat, Inilah Ungkapan PAMMI Pangandaran

Jawa Barat —Sabtu, 30 Jan 2021 07:55
    Bagikan:  
Pandemi Covid-19 Pengaruhi Perekonomian Masyarakat, Inilah Ungkapan PAMMI Pangandaran
Ketua Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) DPC Pangandaran, Sudrajat Amarullah (foto: doc)
POSKOTAJABAR,PANGANDARAN

Pandemi Covid-19 yang kini terjadi dimanapun termasuk di Pangandaran tentunya sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat di berbagai sektor.

Tidak heran, jika banyak masyarakat yang mengeluhkan soal  aturan pengetatan protokol kesehatan diera pandemi covid-19 ini. Pengetatan tersebut memang salah satu upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Seperti halnya keluhan yang diutarakan oleh seorang panabuh kendang pada pentas seni hiburan di setiap hajatan yang ditujukan kepada pejabat atau tenaga kesehatan di Pangandaran.

Seorang penabuh kendang, mengutarakan kekesalan melalui tulisan yang tidak pantas di snap WhatsApp pada Senin (25/01/2021) hingga berujung urusan dengan pihak Kepolisian.

Ketua Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) DPC Pangandaran, Sudrajat Amarullah mengatakan, penabuh kendang itu mengais rezeki di setiap hajatan dengan menjual jasa menabuh kendang di salah satu group seni hiburan. Namun, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pengetatan Prokes dan melarang gelaran hajat dan tidak boleh ada hiburan seni.

"Kebijakan itu dikeluarkan Pemerintah Pangandaran karena ditakutkan mengundang kerumunan massa yang dapat menambah klaster Covid-19," ujarnya kepada wartawan.



Menurut dia, dalam menyampaikan tentang pengetatan prokes Covid-19 dirinya sangat setuju dengan kebijakan Pemerintah Pangandaran.

"Maksud setuju, sebab diera pandemi sekarang ini, kegiatan yang sifatnya bergerombol atau kerumunan itu ditiadakan dulu," katanya.

Karena hal itu, kata Sudrajat, salah satu anggota PAMMI berinsial S itu  mengutarakan ujaran kebencian, untuk mohon pejabat atau organisasi profesi terkait lebih dewasa dalam menanggapinya.

"Pasti ujaran kebencian yang diutarakan oleh seorang panabuh kendang itu didasari faktor ekonomi," sebutnya.



Sambung dia, karena mungkin, menabuh kendang tersebut merupakan pekerjaan pokok untuk menafkahi keluarganya.

"Tapi, gara - gara saat pandemi ini rezekinya berkurang atau mungkin tidak ada," keluhnya.




Makanya dia (penabuh kendang red), melampiaskan keluhannya melalui kata-kata yang tidak pantas diutarakan. Dan jika kalau bicara lebih jauh, itu mungkin mewakili semua rekan - rekan yang profesinya sama.

"Karena sama-sama merasakan kesulitan mencari rezeki diera pandemi dalam bidang seni, kendati demikian kami berharap dan mohon untuk pejabat atau organisasi profesi terkait bisa lebih dewasa lagi dalam menanggapi hal tersebut," pungkasnya. (dry)




`

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait