Plt Walikota Cimahi Ngatiyana Berhasil Jalani Penyuntikan Vaksin Covid-19 Tahap Dua

Jawa Barat —Minggu, 31 Jan 2021 10:02
    Bagikan:  
Plt Walikota Cimahi Ngatiyana  Berhasil  Jalani Penyuntikan Vaksin Covid-19 Tahap Dua
lt Walikota Cimahi Ngatiyana saat dilakukan penyuntikan vaksin sinovac Covid-19 dirumah dinasnya. Area lampiran
POSKOTAJABAR, CIMAHI.

Plt Walikota Cimahi, Ngatiyana, saat akan disuntik Vaksin Covid-19 tahap ke 2 tertunda, karena Ngatiyana mengalami penyakit lambung, yaitu asam lambung. Satu hari tertunda, akhirnya,  Ngatiyana dapat kembali menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 tahap kedua di kediaman resminya di Komplek Perumahan Kota Mas, Padasuka, Kota Cimahi pada Jumat (29/01/2021). 

"Kemarin saya kebetulan banyak kegiatan, kemudian lambung saya juga kurang enak, gitu sehingga saya minta tunda sehari. Tadinya harusnya pagi tapi kegiatannya padat, diundur sampai jam 3 sore, tapi masih padat juga kegiatannya," ujar Ngatiyana.

Barulah pada saat jam 7 malam, akhirnya penyuntikan tersebut dapat di laksanakan vaksinasi untuk yang kedua kalinya.

Sebelum menjalani penyuntikan vaksin, Ngatiyana menjalani Rapid Test Antigen terlebih dahulu. 

Setelah diketahui hasilnya negatif, maka kemudian dilanjutkan dengan proses penyuntikan vaksin. 

Setelah menerima penyuntikan vaksin produksi Sinovac tersebut, dirinya mengaku tidak merasakan efek dan/atau gejala yang signifikan pada tubuhnya. 

"Ini belum terasa apa-apa. Kemarin juga yang pertama hanya ngantuk aja," ucap Ngatiyana.

"Kalau ini hanya ngantuk yah mungkin sama saja seperti kemarin, mudah-udahan tidak ada efek tambahan apa-apa lagi," kata Ngatiyana. 



Ngatiyana saat ditanya tentang arahan dari pemerintah pusat dan provinsi tentang perlunya penerapan karantina wilayah dalam rangka mengurangi penularan Covid-19, pihaknya mengaku belum menerima informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut. 

Menurutnya, pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau yang sering disebut sebagai PSBB proporsional yang kini sudah memasuki tahap kedua dinilai sudah berhasil menurunkan tingkat kematian dan pertambahan konfirmasi kasus positif di Kota Cimahi. 

Atas dasar itu, apabila memang harus diterapkan karantina wilayah ke depannya, maka hanya akan diimplementasikan secara terbatas untuk kelurahan dan/atau RW-RW yang penambahan kasusnya paling tinggi. 

“Saya belum mendengar kalau berita untuk karantina wilayah Nanti kita lihat dulu, kalau memang ada surat petunjuk dari pusat untuk melaksanakan karantina wilayah, akan kita laksanakan. Kebetulan Cimahi itu kan sudah zona orange," katanya.

"Mungkin kalau memang ada petunjuk untuk ada karantina wilayah. kita pilih wilayah mana, kelurahan mana atau RW mana yang nanti harus dikarantina," katanya. 

 

Diakui Ngatiyana, penerapan PPKM memang berbeda intensitasnya dengan karantina wilayah karena lebih menitik beratkan pada pembatasan kegiatan di tengah masyarakat. 


Sejalan dengan itu, tujuan utama pelaksanaan PPKM adalah demi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan prinsip 3-M (Memakai Masker, Mencuci tangan pakai sabun, dan Menjaga jarak). Menurutnya, PPKM adalah jalan tengah terbaik untuk saat ini dimana upaya pencegahan Covid-19 bisa berjalan tanpa harus menghentikan kegiatan perekonomian di tengah masyarakat. 


Melalui pelaksanaan PPKM perpanjangan ini, harapannya ekonomi harus pulih dan tetap berjalan, sehingga kita lebih mengutamakan patroli-patroli di wilayah itu dengan sasarannya adalah mengurangi kerumunan-kerumunan yang tidak perlu. 

"Kalau masalah toko dan pasar modern boleh lah sampai jam 8 malam yah. Kalau untuk para PKL, memang mereka kan biasanya antara jam 6 atau jam 7 baru buka, jam 9 lah bisa selesai. Yang paling penting itu supaya jangan sampai banyak kerumunan," pungkas Ngatiyana.  (Bagdja)



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait