Rekayasa Penculikan Mahasiswi Unsika Terungkap Pihak Kepolisian

Kriminal —Minggu, 31 Jan 2021 13:11
    Bagikan:  
Rekayasa Penculikan Mahasiswi Unsika Terungkap Pihak Kepolisian
Lokasi kosan mahasiswi yang sempat didatangi pihak kepolisian dan melakukan aksi penyelamatan. (foto:asl)

POSKOTAJABAR, KARAWANG

Akal bulus seorang mahasiswi Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) untuk menipu orang tuanya terungkap pihak kepolisian. Sekar Ayu Damayanti (24) mahasiswi yang mengaku dibius dan disekap dalam sebuah kamar indekos merupakan cerita rekayasa untuk membayar utang.

"Udah terungkap, sandiwara korban," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana, Minggu (31/01/2021).

Menurut Oliestha, sandiwara mahasiswi asal Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi tersebut dilakukan karena dirinya terlilit utang. Sehingga ia merekayasa jika dirinya disekap dan dibius kemudian  meminta uang tebusan kepada keluarganya.

"Butuh uang untuk bayar hutang pribadi," katanya.

Sekar berpura-pura diculik dan meminta uang tebusan sebesar Rp 60 juta. Sekar nekat melakukan rekayasa tersebut, karena untuk membayar utang dan melunasi biaya kuliah. 

Oliestha mengatakan, tindakan Sekar terungkap setelah dilakukan pemeriksaan terhadapnya. Dia terpaksa mengaku diculik dan minta tebusan Rp 60 juta, karena terlilit hutang dan berbunga serta melunasi pembayaran uang kuliah.

"Sehingga membuat Sekar terpaksa melakukan rekayasa mulai dari video hingga chat berisikan ancaman kepada orang tua Sekar. Setelah dilaksanakan pemeriksaan terhadap Sekar diketahui bahwa kejadian penculikan yang terjadi (28-29/1/21) hanyalah pura-pura, supaya orang tuanya memberikan uang untuk melunasi hutang dan biaya kuliah," beber Oliestha.

Menurut Oliestha, pengungkapan ini berawal pada Jumat (29/01/2021), pukul 13.00 wib, Sekar ijin kepada orangtuanya berangkat ke Bank BRI Sukatani untuk memperbaiki M-Banking. Pada pukul 13.44 wib, Sekar menghubungi ibunya lewat whatsApp dan mengaku masih antre, kemudian pada pukul 15.45 wib, ibunya kembali menghubungi SAD "kok belum pulang?", namun dibaca saja.

Lanjut Oliestha, namun pada pukul 16.12 wib, Sekar mengirimkan video dirinya menangis dan meminta tolong. Setelah itu, kedua orang tua Sekar langsung datang ke BRI dan bertemu dengan satpam, menyebutkan bahwa Bank BRI sudah tutup dari jam 14.00 wib. Setelah kejadian itu, mendatangi Polsek Sukatani untuk melaporkan bahwa anaknya hilang dan menduga ada yang menculik.

Hasil pengecekan dari Polsek Sukatani diketahui keberadaan handphone Korban ada di Karawang. Pada pukul 17.27 wib, Ayah Sekar mendapat pesan dari Sekar untuk berupa video serupa yang dikirim kepada Ibu Korban dan chat yang berisi tentang pengancaman dan meminta uang tebusan sebesar Rp 60 juta.

Setelah kejadian tersebut, orang tua Sekar mendatangi Polres Karawang untuk melaporkan kejadian ini. Setelah mendapat keterangan, Sekar merupakan mahasiswi Unsika dan ngekos di Jalan Ronggo Waluyo, Desa Puseurjaya, Kecamatam Telukjambe Timur.

"Mendapat informasi tersebut, kami langsung melakukan cek ke kosan SAD dan melihat pintu dikunci. Kita terpaksa memanjat pagar untuk naik ke lantai 2 kamar SAD. Dan menemukan gantungan beberapa kunci tergeletak lalu membuka pintu dan menemukan SAD ada didalam kamar dengan posisi tergeletak dan masih bernapas. Kemudian Sekar dibawa Polres Karawang," terangnya.


BACA JUGA : Satpol PP Kota Cimahi Janji Tindak Tegas PKL Jaket Bekas Cibeureum

.

 Aksi penyelamatan seorang mahasiswa yang diduga sebagai korban penyekapan dan pembiusan tersebut jadi pusat perhatian warga setempat.

Dalam drama penyelamatan, polisi harus berusaha keras dengan memanjat gerbang pagar setinggi 3 meter, demi menyelamatkan Sekar yang tersekap dalam kamar indekos di lantai dua.

"Mahasiswinya terlihat lemas dan menangis ketika diselamatkan," kata Kepala Dusun Kaumjaya, Dadan Mulyana (35).(asl)

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait