Yana Mulyana Optimistis Pemkot Bandung Dapat Menyelesaikan Vaksinasi Sesuai Arahan Presiden Jokowi

Jawa Barat —Minggu, 31 Jan 2021 20:19
    Bagikan:  
Yana Mulyana Optimistis Pemkot Bandung Dapat Menyelesaikan Vaksinasi Sesuai Arahan Presiden Jokowi
Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana (pakai rompi), meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Poltekkes Kemenkes, Kota Bandung, Sabtu (30/01/2021). (Humas Pemkot Bandung)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana, optimistis Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dapat menyelesaikan vaksinasi bagi SDM kesehatan, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, yakni hingga Minggu ke-3 bulan Februari. 

"Saya optimis, karena kemarin Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan, Ahyani Raksanegara) sudah menghitungnya. Mudah-mudahan ini mempercepat target kita untuk mencapai 100 persen nakes divaksinasi," kata Yana Mulyana, usai menghadiri kegiatan vaksinasi Covid-19 di Poltekkes Kemenkes, Kota Bandung, Sabtu (30/01/2021).

Sebanyak 3.312 tenaga kesehatan di Jawa Barat mengikuti vaksinasi massal di Kantor Poltekkes Kemenkes Kota Bandung, termasuk di 21 Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Jawa Barat, Sabtu (30/01/2021). Vaksinasl massal tersebut akan berlangsung hingga Senin (01/02/2021). Dari 21 Faskes tersebut, 7 di antaranya berlangsung di Kota Bandung. Vaksinasi massal tersebut diinisiasi pemerintah sebagai upaya percepatan penyuntikan vaksin bagi Nakes.


Menurut Yana , optimisme tersebut muncul lantaran adanya dukungan 500 orang lebih tenaga vaksinator dan 191 Faskes di Kota Bandung. Sehingga, wajar apabila Pemerintah Kota Bandung optimis dapat menyelesaikan target vaksinasi.

Di tempat sama, Kadinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan, hingga 29 Januari, sudah lebih dari 60 persen SDM kesehatan di Kota Bandung menjalani vaksinasi.  "Sampai kemarin sudah hampir 14 ribu nakes. Jadi, sekitar 60 sekian persen, memang sesuai target," tuturnya.

Dengan capaian yang telah diraih saat ini, Ahyani optimis jika vaksinasi bagi Nakes di Kota Bandung akan selesai sesuai target. "Target kita, minggu ke-3 sudah selesai dosis satu dan dosis dua bagi SDM Kesehatan. Untuk tahap kedua, langsung," jelasnya.


Sedangkan bagi para SDM Kesehatan yang tidak bisa vaksin sesuai jadwal karena ada penyakit komorbid, maka mereka akan dijadwal ulang. "Itulah kenapa ada massal seperti ini, supaya dia bisa punya kesempatan hadir. Jadi, menutup kekurangan-kekurangan yang ada di Faskes," tuturnya.

Setelah bagi SDM Kesehatan, vaksinasi akan dilanjutkan sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan, yakni bagi para tenaga pelayanan publik. Diantaranya adalah anggota TNI/Polri, tenaga pendidik baik guru maupun dosen, dan profesi yang sifatnya berisiko tinggi terpapar Covid-19. (nang's)
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait