Menginap di Hotel di Kota Sukabumi Harus Tunjukkan Rapid Tes Antigen

Jawa Barat —Minggu, 31 Jan 2021 20:38
    Bagikan:  
Menginap di Hotel di Kota Sukabumi Harus Tunjukkan Rapid Tes Antigen
Suasana Jl. Ahmad Yani Kota Sukabumi salah satu pusat keramaian.(Foto: Dok)

POSKOTAJABAR,SUKABUMI.

Dinas Koperasi, UMKM, Perdangangan, dan Perindustrian Kota Sukabumi  kembali memperketat sejumlah aturan terhadap rumah makan, supermarket, tempat hiburan, dan hotel, di Kota Sukabumi. Hal tersebut menyusul telah dikeluarkannyan Surat Edaran (SE) Walikota Sukabumi nomor 443/186-Huk/2021 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam penanganan Covid-19 di Kota Sukabumi.

"Sesuai dengan SE Walikota, kita mulai memberlakukan kembali pembatasan jam operasional,"ujar Kepala Diskoperundagin Kota Sukabumi, Ayi Jamiat, saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan wahatsapp, Minggu (31/01/2021).

Ayi menjelaskan, dalam SE Walikota Sukabumi tersebut mengatur bahwa jam operasional di warung makan, restoran, cafe, dan tempat hiburan malam  dibatasi hinggaa pukul 21:00 WIB, jam operasional yang sama berlaku juga untuk supermarket, minimarket atau sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat.

"Sedangkan untuk toko, mall, atau sektor yang tidak berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dibatasi hingga pukul 20:00 WIB,"kata dia.

 BACA JUGA :  Rekayasa Penculikan Mahasiswi Unsika Terungkap Pihak Kepolisian 

 

Selain jam operasional, lanjut Ayi, jumlah pengunjung pun dibatasi yakni, hanya 50 persen dari kapasitas gedung atau tempat usaha

"Kemudian, aktifitas di hotel  hanya melayani penginapan,  serta pengunjung yang menginap wajib menunjukan hasil negatif swab PCR atau Rapid Tes Antigen,"tuturnya.


BACAJUGA :Langgar Prokes di Kabupaten Pangandaran Bakal Kena Denda, Inilah Besaran Denda Pertama

Ayi menegaskan, agar seluruh masyarakat juga pelaku usaha dapat menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan, dengan melaksanakan 3M yakni, mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

"SE tersebut berlaku hingga delapan Februari 2021, dengan ketentuan dapat diperpanjang apabila penyebaran covid-19 belum dapat dikendalikan secara optimal,  sesuai arahan Satgas Covid-19 Jawa Barat," pungkasnya. (Hendra)


BACA JUGA : 8 Makanan Penyebab Asam Lambung, Wajib Kamu Hindari!


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait