Kapolsek Kalipucang , Tidak Bawa Surat Keterangan Hasil Rapid Wisatawan Diputarbalikan

Jawa Barat —Senin, 1 Feb 2021 09:06
    Bagikan:  
Kapolsek Kalipucang ,  Tidak Bawa Surat Keterangan Hasil Rapid Wisatawan Diputarbalikan
Petugas Kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Pangandaran yang tengah memeriksa mobil pengunjung di bunderan emplak (foto: dry)

POSKOTAJABAR,PANGANDARA.N
Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus gencar dilakukan TNI- Polri, Satpol PP dan Pemerintah Daerah Pangandaran yang diwakili oleh Pemerintah Kecamatan Kalipucang, Pangandaran, Jawa Barat.

Seperti yang dilakukan oleh jajaran Polsek Kalipucang dan Padaherang Polres Ciamis kembali melakukan penyekatan kepada wisatawan yang hendak berkunjung ke wilayah objek wisata Pantai Pangandaran. 

Penyekatan ini digelar di lokasi yang sama yakni Bunderan Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (31/01/2021).

Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana melalui Kapolsek Kalipucang AKP Jumaeli menyampaikan, operasi yustisi yang digelar dua hari berturut-turut itu dalam rangka penyekatan guna mencegah penyebaran virus corona. Karena akhir pekan lokasi objek wisata khususnya Pantai Pangandaran menjadi tujuan berwisata warga masyarakat dari luar Kabupaten Pangandaran.

"Kami dilapangan menjalani perintah dari bapak Kapolres Ciamis, untuk melaksanakan operasi terhadap kendaraan yang berasal dari zona merah," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Minggu (31/01/2021).

Dalam penyekatan, kata dia, sasaran utama pemeriksaan setiap kendaraan yang diberhentikan petugas itu terkait surat keterangan hasil rapid test antigen.

"Kami satgas covid-19 dengan tegas melarang kendaraan dan penumpangnya yang tidak membawa surat keterangan hasil  rapid test antigen asal daerah zona merah masuk objek wisata  Pangandaran," tegasnya.


Jumaeli menyebutkan, banyak kendaraan mini maupun bus bus pariwisata yang tidak bisa menunjukan surat hasil rapid test antigen itu terpaksa harus putar balik kembali ke tujuan asal. 

"Hari kemarin dan hari ini juga kita lakukan tindakan tegas bagi pengunjung yang tidak menunjukan syarat tersebut akan kita suruh balik kanan," ungkapnya.

Jumaeli menyebutkan, karena angka peningkatan kluster Covid-19 di Kabupaten  Pangandaran saat ini semakin tinggi jadi diperlukan pengetatan agar tidak menimbulkan kerumunan serta tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19.


"Kasus covid-19 semakin tinggi, maka bagi wisatawan yang mau liburan ke Pangandaran wajib bawa surat keterangan hasil rapid test antigen supaya bisa diperbolehkan masuk ke Pangandaran. Kalau tidak bawa ya terpaksa kami suruh balik kanan," pungkasnya.

Dari pantauan POSKOTAJABAR dilapangan, libur akhir pekan objek wisata Pantai Pangandaran masih menjadi tujuan wisata bagi wisatawan luar Jawa Barat, seperti wisatawan dari Jakarta, Jawa Tengah dan lainnya. Hal tersebut diketahui banyaknya kendaraan yang di dominan plat nomor R (Jawa Tengah) plat nomor B (Jakarta) plat nomor D (Bandung) dan lainnya. (dry)



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait