Angka Positivity Rate Covid-19 Meningkat, Pemkot Bandung Bakal Perketat Pelaksanaan PSBB Proporsional

Jawa Barat —Senin, 1 Feb 2021 10:48
    Bagikan:  
Angka Positivity Rate Covid-19 Meningkat, Pemkot Bandung Bakal Perketat Pelaksanaan PSBB Proporsional
Forkopimda Kota Bandung tengah melakukan rapat virtual dengan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, membahas Penanganan Covid-19, Minggu, (31/01/2021) malam. (Humas Pemkot Bandung)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Pemerintah Pusat menilai Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum menunjukan hasil yang diharapkan. Hal tersebut terlihat dari angka positivity rate Covid-19 dari setiap kabupaten/kota yang semakin meningkat, termasuk Kota Bandung. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan semakin mengetatkan penerapan protokol kesehatan (prokes), pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional hingga 8 Februari 2021 mendatang.

Berdasarkan evaluasi dari Pemerintah Pusat, positivity rate mengalami kenaikan dikarenakan implementasi aturan PPKM atau PSBB belum dilaksanakan secara maksimal. Luhut Binsar Pandjaitan, yang memimpin langsung Rakor tersebut pun meminta, kabupaten/kota yang mengikuti PPKM Jawa-Bali melaksanakan aturan PPKM secara maksimal.

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 secara virtual, Minggu, (31/01/2021) malam, meminta pemerintah daerah membuat posko-posko di setiap tempat keramaian, khususnya di pasar agar kesadaran masyarakat terhadap prokes kembali meningkat.


Salah satu permintaan Luhut yaitu mendirikan posko-posko di tempat-tempat keramaian. Hal itu agar para petugas semakin maksimal mengawasi penerapan protokol kesehatan Covid-19.

"Adapun untuk mendirikan posko-posko di tempat keramaian, saya sudah minta ke Pak Sekda sebagai Kepala Harian Gugus Tugas untuk dibicarakan bersama Satgas dan kewilayahan," ungkap Walikota Bandung, Oded M. Danial.

Oded mengatakan, meski Kota Bandung sudah dinilai baik dalam penerapan PSBB, namun ia bersama jajaran berkomitmen, untuk meningkatkan hal yang sudah berjalan. 

"Hal yang dievaluasi tadi dinilai sudah on progres, sudah bagus. Tapi sesuai arahan dari Pak Menko dan semua menteri, yaitu dilakukan pengetatan pengendalian, penegakannya harus semakin ditingkatkan," tutur Oded.

Oded memastikan, pihaknya bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan lebih mengoptimalkan pelaksanaan PSBB Proporsional hingga 8 Februari mendatang. "Tapi tetap progres yang sudah dilakukan jangan sampai kendor, harus ditingkatkan," jelasnya.

Kendati demikian, setiap kebijakan yang diambil kepala daerah pada PPKM tahap II harus mengedepankan aspek kesehatan dan ekonomi. Sehingga, jangan sampai ekonomi menjadi semakin terpuruk.


"Kutub ekonomi dan kutub kesehatan itu yang harus disikapi oleh semua kepala daerah, tentu saja kita akan lakukan dengan cara-cara yang baik," tambahnya.

Dengan positivity rate yang masih tinggi di berbagai daerah termasuk di Kota Bandung, Oded mengimbau masyarakat tetap mematuhi kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah.

"Saya mengimbau kepada seluruh warga Kota Bandung tidak terkecuali, harus tetap waspada. Covid-19 masih ada, sehingga tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dengan baik," pintanya. (nang's)
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait