Mengenal OCD , Gangguan Mental yang Dialami Joo Dan Tae di Drama Korea The Penthouse

Kesehatan —Senin, 1 Feb 2021 15:08
    Bagikan:  
Mengenal OCD , Gangguan Mental yang Dialami Joo Dan Tae di Drama Korea The Penthouse
Joo Dan Tae di Drama Korea The Penthouse. foto Instagram

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Drama Korea The Penthouse saat ini tengah booming. Berkisah tentang penghuni apartemen mewah 100 lantai di kawasan Gangnam, Korea Selatan.

Para karakter utama penghuni apartemen The Penthouse ini pun berkompetisi memasukkan anak mereka ke sebuah sekolah seni. Berbagai cara licik pun dilakukan. Dalam sinopsis The Penthouse dikisahkan ada seorang wanita biasa yang anaknya harus bersaing dengan anak-anak penghuni apartemen tersebut.

BACA JUGA : Meninggal Mendadak, Ibunda Marco Panari Laporkan Kematian Puteranya ke Polisi

Aktor Um Ki Joon langsung menjadi atensi berkat aktingnya yang meyakinkan sebagai penghuni The Penthouse yang bukan hanya licik, tapi juga keras sebagai seorang ayah. Ditambah lagi dia berselingkuh dari istrinya Soo Ryeon. Berperan sebagai Joon Dan Tae, Um Ki Joon dikisahkan sebagai seorang pengusaha real estate sukses. Namun dia melakukan cara-cara kotor dalam mencapai tujuannya.

Dalam sebuah scene, Soo-Ryeon mengejar Anna Kim saat dia dimarahi oleh Joo Dan Tae. Soo Ryeon meminta maaf atas sikap Joo Dan Tae. Ryeon menjelasnkan bahawa Joo Dan Tae mengidap OCD yang membuatnya bersikap keras dan licik.

Gangguan obsesif kompulsif atau dikenal dengan istilah OCD adalah kelainan psikologis yang dialami oleh seseorang sehingga memiliki pikiran obsesif dan perilaku yang bersifat kompulsif. Seseorang dengan gangguan OCD memiliki pikiran dan ketakutan tidak masuk akal yang menyebabkan seseorang melakukan satu tindakan berulang-ulang.

BACA JUGA:  Komisi X DPR RI Mendukung Kompetisi Sepak Bola Bergulir Kembali

Gangguan obsesif impulsive atau OCD termasuk ke dalam gangguan kecemasan. Kondisi ini dipengaruhi adanya kegagalan pola asuh orangtua ketika pengidap OCD masih dalam tahap perkembangan emosional. Attachment atau ikatan emosional dibutuhkan oleh seorang anak pada masa tumbuh kembang. Namun, terlalu banyak attachment antara orangtua dan anak, membuat anak merasa percaya diri ketika ada seseorang yang melindungi dari belakang. Hal ini membuat anak tidak dapat berkembang ketika melakukan suatu hal sendiri.

Penyebab dan Faktor Risiko OCD

Penyebab OCD belum diketahui secara pasti, namun terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami OCD, yaitu:

  • Menderita gangguan mental
  • Memiliki anggota keluarga yang menderita OCD
  • Pernah mengalami peristiwa tidak menyenangkan

Gejala dan Diagnosis OCD

Gejala OCD adalah gangguan pikiran yang menimbulkan rasa cemas atau takut terus menerus, dan perilaku yang dilakukan berulang kali guna menghilangkan kecemasan tersebut. Sebagai contoh, penderita OCD yang takut terkena penyakit, akan mencuci tangan secara berlebihan atau terlalu sering membersihkan rumah. Gejala gangguan jiwa ini perlu dibedakan dengan OCPD (obsessive compulsive personality disorder).

Psikiater akan melakukan wawancara secara mendalam mengenai pikiran dan perilaku yang timbul, serta menggali dampaknya pada kehidupan penderita. Psikiater juga akan memastikan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lanjutan, untuk melihat adanya penyakit lain yang bisa mengakibatkan munculnya gejala OCD.


BACA JUGA : PSSI Memberikan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam Sulbar dan Kalsel

Pengobatan OCD

Pengobatan OCD bertujuan untuk mengendalikan gejala yang muncul, sehingga metode yang dilakukan tergantung kepada tingkat keparahan gejala. Metode pengobatan bagi penderita OCD dapat berupa terapi perilaku kognitif, pemberian obat antidepresan, atau kombinasi dari kedua metode tersebut. Pada beberapa penderita, pengobatan perlu dilakukan seumur hidup.

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait