Abu Janda Diperiksa Penyidik Bareskrim Polri Sekitar 12 Jam, Dicecar Sekitar 50 Pertanyaan

Jawa Barat —Selasa, 2 Feb 2021 08:45
    Bagikan:  
Abu Janda Diperiksa Penyidik Bareskrim Polri Sekitar 12 Jam, Dicecar Sekitar 50 Pertanyaan
Abu Janda keluar Gedung Bareskrim Polri usai diperiksa. (Ist.)

POSKOTAJABAR, JAKARTA.

Penyidik Bareskim Polri mencecar sekitar 50 pertanyaan kepada Permadi Arya atau yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Janda. Pemeriksaan dilakukan menyusul pengaduan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama. Abu Janda diduga melakukan ujaran SARA dan penistaan agama dengan menyebut "Islam Arogan" di akun twitter-nya. Abu Janda diperiksa pihak penyidik sekitar 12 jam.

Begitu keluar ruang penyidik, wajah Abu Janda terlihat lelah.  Selama sekitar 12 jam itu ia diperiksa oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Siber Bareskrim Polri, Senin (1/2/2021). Abu Janda keluar dari Gedung Bareskrim Polri ditemani pengacaranya. Ia mengenakan baju kemeja kotak-kotak warna biru terong dan celana cino warna gelap, lengkap dengan penutup masker warna putih dan blangkon.

"Capek diperiksa selama 12 jam (oleh penyidik Bareskrim Polri). Pertanyaan sudah tidak terhitung lagi, mungkin 50 pertanyaan itu sudah lebih," kata Abu Janda, saat diberondong pertanyaan oleh awak media, Senin (01/02/2021).

Menurut Abu Janda, pemeriksaan hari ini dilakukan penyidik sudah selesai dan rencananya akan dilanjutkan pada Kamis (04/01/2021). Abu Janda mengaku, sudah siap jika memang harus ditahan penyidik. Pasalnya, ia sudah menyiapkan tas berisi pakaian, namun kenyataannya masih diperiksa sebagai saksi.

BACA JUGA:  Tukang Baso Meninggal di Pinggir Jalan Pangligaran Kabupaten Tasikmalaya

"Saya hari ini sudah bawa tas, isinya baju saya. Jadi, saya harus siap apapun yang terjadi. Intinya siap ditahan. Saya mempersiapkan itu hari ini, cuma ternyata saya masih diperiksa sebagai saksi dan masih ada pemeriksaan lanjutan," ungkapnya.

Abu Janda diperiksa penyidik Ditipid Siber Bareskrim sebagai saksi untuk mengklarifikasi laporan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama lewat pengacaranya Medya Rischa. Abu Janda diduga melakukan ujaran SARA dan penista Agama "Islam Arogan" di akun twitter-nya.

"Intinya saya menjelaskan sebagai saksi. Saya dipanggil untuk klarifikasi menjelaskan apa yang saya maksud dengan itu. Jadi, saya sudah jelaskan ke bapak-bapak penyidik tadi bahwasanya, twit saya yang bikin ramai (gaduh) itu adalah twit jawaban saya kepada Ustadz Teuku Zulkarnain," jelasnya.

Menurutnya, twitter yang dibuat tersebut ditujukan kepada Ustadz Teuku Zulkarnain, ketika ia mengatakan arogan untuk merespon twit provokatif Teuku Zulkarnain yang mengatakan bahwa minoritas di negeri ini arogan ke mayoritas. 

BACA JUGA:  Seekor Buaya Muncul di Pantai Bayah

"Disitulah keluar kata arogan itu. Ketika saya mengatakan Islam sebagai agama yang datang dari Arab, itu saya tujukan kepada Ustadz Teuku Zulkarnain. Jadi, itu memang pembicaraan saya dengan Ustadz Teuku Zulkarnain, yang saya maksud adalah aliran Islamnya si Teuku Zulkarnain. Aliran yang memang datangnya belakangan dari Arab, Islam transnasional yang namanya Salafi Wahabi itu," ucapnya.

Menurutnya, semua sudah dijelaskan ke penyidik dan bukan ketika twit tersebut diviralkan. Dengan membuang bagian twit Teuku Zulkarnain, itu akan membuat kesalahpahaman.

"Twit saya jadi kehilangan konteks. Padahal,  itu adalah jawaban saya kepada Ustadz Teuku Zulkarnain. Jadi, bukan saya melakukan generalisasi seluruh Islam, tapi adalah apa yang saya tujukan kepada Ustadz Teuku Zulkarnain. Yang saya maksud itu adalah aliran Islamnya si Teuku Zulkarnain," kilahnya. 

Sebelumnya, di akun pribadi twitter Abu Janda menuliskan, "Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," cuit Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1.

BACA JUGA:  Provinsi Jawa Barat di Urutan Kedua Tertinggi Dalam Penambahan Kasus Positif Covid-19

Dalam laporan itu, Abu Janda diduga melanggar tindak pidana kebencian atau permusuhan individu dan atau antargolongan (SARA) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 28 ayat (2) Penistaan Agama UU No 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 156A.

Selain itu, ia juga dilaporkan diduga melakukan ujaran kebencian, SARA dan Rasisme terhadap mantan Komnas HAM Natalius Pigai yang menyandingkan fotonya dengan Gorila. (Ilham/win)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait