Tujuh Orang Wisatawan Curug Bojong Pangandaran Dikabarkan Terjebak Banjir, Satu Orang Balita

Jawa Barat —Selasa, 2 Feb 2021 10:27
    Bagikan:  
Tujuh Orang Wisatawan Curug Bojong Pangandaran Dikabarkan Terjebak Banjir, Satu Orang Balita
Kompepar Curug Bojong Desa Sukahurip pada saat mengevakuasi ketujuh korban yang terjebak di lokasi objek wisata Curug Bojong (foto: ist)

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN

Sebanyak tujuh orang wisatawan dikabarkan terjebak banjir di lokasi destinasi wisata air terjun atau dikenal Curug Bojong yang terletak di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (01/02/2021) malam.

Berdasarkan informasi yang diterima, satu dari ketujuh orang itu merupakan balita yang berusia 3 tahun.

Kaur Perencanaan Desa Sukahurip, Heru Apriadi mengaku, dirinya mendapatkan informasi dari warga melalui pesan inbok Facebook.

"Isi dalam pesan inbok itu, warga menyebutkan, "ada wisatawan terjebak di Curug Bojong sekarang mohon pihak aparatur desa bisa saling koordinasi dan menolong, namanya abah Iday sekeluarga," ujar Heru menirukan ucapan warga saat dihubungi POSKOTAJABAR, Selasa (02/02/2021) pagi.

Pada saat menerima pesan tersebut. Heru sedang berada berobat di dr Frans.

"Saya jawab pesan tersebut, "ok sebentar mau koordinasi sama kompeparnya". Kemudian saya hubungi ketua Kompepar Curug Bojong perihal informasi tersebut," terangnya.

BACA JUGA : Tukang Baso Meninggal di Pinggir Jalan Pangligaran Kabupaten Tasikmalaya


Sementara itu, Ketua Kompepar Curug Bojong Desa Sukahurip, Piping Heryana membenarkan, pihaknya menerima laporan dari perangkat desa terkait adanya tujuh orang wisatawan yang terjebak banjir di Curug Bojong.

"Setelah itu saya bersama dua orang anggota langsung kelokasi dan memastikan bahwa para korban merasa tenang atau tidak panik," katanya.

Setelah itu, sambung Piping, dilokasi mencari celah dulu tata cara bagaimana evakuasi enam orang dewasa dan satu orang balita untuk menyebrangkan ketujuh orang itu.

"Karena kami tidak persiapan atau membawa peralatan, jadi proses evakuasi dilakukan secara manual dengan menyebrangkan satu persatu korban melewati sungai yang banjir," ungkapnya.


BACA JUGA: Tertutup Material Tanah Tebing yang Longsor, Akses Transportasi di Sidamulih Pangandaran Dialihkan Melalui Jalur Alternatif

 

Ketinggian air sungai Cisawangan, kata dia, mencapai satu meter lebih setelah dihulu sungai diguyur hujan sejak siang hari.

"Sewaktu kita evakuasi korban, ketinggian air sungai mencapai 1 meter lebih, tapi kalau yang ditengah itu 1 meter juga kurang," sebutnya.

Adapun kronologisnya, kata dia, ketujuh wisawatan yang merupakan warga pangandaran bersama saudaranya dari luar kota itu berkunjung ke Curug Bojong sekitar pukul 14.00 WIB.

"Wisatawan datang kelokasi langsung bermain sehingga pas mu pulang kondisi air sungai banjir, mereka menunggu sampai magrib namun banjir tidak surut sehingga mereka terjebak dan meminta pertolongan," paparnya.


BACA JUGA : Pelaku Berdalih akan Beli Hewan Reptil Malah Bawa Kabur Motor dan Ular Milik Korban


Piping menyampaikan, proses evakuasi ketujuh korban berjalan dramatis, karena pihaknya mengevakuasi korban tanpa menggunakan peralatan dan penerangan lampu.

"Dalam kondisi gelap dan tanpa peralatan kita berhasil evakuasi korban dengan selamat," pungkasnya. (dry)


BACA JUGA : KPK Terus Periksa Saksi Kasus Walikota Cimahi Ajay M Priatna, Inilah Daftar Saksinya




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait