Antisipasi Covid-19, RSUD Syamsudin Kota Sukabumi Tambah Ruang Isolasi

Jawa Barat —Selasa, 2 Feb 2021 15:34
    Bagikan:  
Antisipasi  Covid-19, RSUD Syamsudin  Kota Sukabumi Tambah Ruang Isolasi
Suasana di depan ruang gawat darurat RSUD Syamsudin SH, Kota Sukabumi. (foto:ist)

POSKOTAJABAR,SUKABUMI.

RSUD Syamsudin SH akan menambah  ruangan isolasi  dan   21 tempat tidur uantuk pasien konfirmasi Covid-19. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan  kebutuhan ruang khusus bagi pasien Corona.

"Melihat perkembangan kasus Covid -19 yang penambahannya hampir mencapi 50 pasien per hari. Maka, kita putuskan untuk menambah sekitar 21 tempat tidur,"ujar Direktur RSUD R Syamsudin SH, Bahrul Anwar, saat ditemui di ruang kerjanya. Selasa (020/2/2021).

Bahrul Anwar menjelaskan, pada tahap awal pandemi Covid-19 di Februari tahun lalu rumah sakit yang dipimpinnya hanya menyiapkan satu ruang isolasi. Namun, dengan perubahan jumlah kasus yang begitu cepat, pihaknya pun  menambah  ruang isolasi pasien  Covid-19 dengan 40 tempat tidur.

"Kemudian dengan perkembangan kasus tiga bulan terakhir yang bugitu cepat, kita kembali menambah ruang isulasi. Sehingga, totalnya menjadi 64 tempat tidur,"katanya.

BACA JUGA : Sebanyak 11 Juta Dosis Vaksin Dari Sinovac Tiba di Bandara Soekarno-Hatta


Dengan rencana penambahan 21 tempat tidur ini, tambah Bahrul Anwar, total ruang isolasi di RSUD Syamsudin SH akan menjadi sekitar 80 tempat. Penambahan yang dialokasikan ini, sambung dia, dialokasikan dari ruangan yang sebelumnya akan digunakan untuk spesialis syaraf.

"Ini merupakan kekhawatiran kami, karena beberapa RS sudah ada yang menutup permintaan ruang isolasi,  karena sudah penuh,"ucapnya.


 BACA JUGA :Retribusi Ikan Tangkap di Pangandaran Selama Tahun 2020 Melebihi Target


Bahrul Anwar menambahkan, ruang isolasi di RSUD Syamsudi SH yang digunakan  sebetulnya sedang dalam keadaan menurun. Berdasarkan laporan hingga hari Sabtu (30/1/2021) ruang isolasi yang digunakan hanya 27 tempat tidur.

"Selama ini kita belum pernah penuh dan belum pernah menolak pasien,"pungkasnya. (Hendra)


BACA JUGA :Pemkot Bandung Menindaklanjuti Wacana Karantina Wilayah Hingga ke Tingkat RW dan RT 

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait