Masyarakat Kota Cimahi Harus Waspada Terhadap Penyakit DBD, Inilah Jumlah Kasus DBD Tahun 2020

Jawa Barat —Selasa, 2 Feb 2021 18:00
    Bagikan:  
Masyarakat Kota  Cimahi  Harus Waspada Terhadap  Penyakit DBD, Inilah Jumlah Kasus DBD Tahun 2020
Dinas Kesehatan Kota Cimahi melakukan fogging disetiap rumah warga. (foto:bagdja)

POSKOTAJABAR, CIMAHI.

Dalam musim penghujan saat ini disertai cuaca ekstrem seperti ini,  masyarakat Kota Cimahi  harus lebih berhati-hati dan waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dangue  (DBD) yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes Aegepti.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dengan ancaman tengah mewabahnya Covid-19, juga harus hati-hati juga terkait wabah Demam Berdarah Dangue (DBD). Apalagi saat ini musim hujan bisa memicu perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, sepanjang tahun 2020 jumlah kasus DBD mencapai 428 orang. Empat di antaranya meninggal dunia akibat  dari gigitan nyamuk itu.

“Dari total kasus itu, paling banyak bulan Januari. Ada 68 kasus,” ujar Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurahkman, melalui staffnya Eka Febriana,

Menurut Romy, agar masyarakat diminta waspada sebab DBD sulit untuk diprediksi. Apalagi, Kota Cimahi merupakan daerah endemis DBD, yang artinya selalu ada temuan setiap tahunnya. 

"Jadi memang Cimahi ini setiap tahunnya selalu ada kasus DBD, jadi kita endemis," ulasnya.

 BACA JUGA :Pemkot Bandung Menindaklanjuti Wacana Karantina Wilayah Hingga ke Tingkat RW dan 


Untuk mengatisipasi hal penyebaran DBD, masyarakat tetap harus menjalankan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, yang bertugas untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing.

Jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan-genangan air. 

Menurutnya, jika masyarakat menjalankan PSN di rumahnya masing-masing, seperti tidak membiarkan adanya genangan air, kasus DBD pun bisa dicegah.

"Bukan cuma rumah, tapi juga di halaman sekitar rumah. Soalnya saat ini kalau bukan kita sendiri (melakukan PSN), tidak akan ada yang meriksa. Jadi periksa jentik di rumah sendiri," imbuhnya.


BACA JUGA : Tujuh Orang Wisatawan Curug Bojong Pangandaran Dikabarkan Terjebak Banjir, Satu Orang Balita

Jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan-genangan air. Menurutnya, jika masyarakat menjalankan PSN di rumahnya masing-masing, seperti tidak membiarkan adanya genangan air, kasus DBD pun bisa dicegah.

Untuk fogging, akan tetap dilakukan berdasarkan hasil verifikasi petugas Puskesmas di lapangan.

Selain itu, kata dia, tahun ini pihaknya membagikan larvasida serbuk dan cair di wilayah yang terdapat kasus DBD. Fungsinya, untuk memberantas nyamuk yang menularkan DBD.


BACA JUGA :BPBD Siapkan Rumah Tesa untuk Warga Kota Sukabumi yang Terdampak Bencana


Berikut Rincian Kasus DBD di Kota Cimahi Sepanjang Tahun 2020

*Total 428 kasus dengan 4 meninggal

1. Januari 68 kasus

2. Februari 66 kasus

3. Maret 49 kasus

4. April 50 kasus

5. Mei 44 kasus, 1 orang meninggal

6. Juni 53 kasus, 2 orang meninggal

7. Juli 31 kasus

8. Agustus 28 kasus

9. September 13 kasus

10. Oktober 7 kasus, 1 orang meninggal

11. November 12 kasus

12. Desember 7 kasus.

(Bagdja)


BACA JUGA : 8 Makanan yang Efektif Menanggkal Asam Lambung


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait