Ketua Kompepar Piping Heryana, Destinasi Curug Bojong Ditutup Selama Pandemi Covid1-19

Wisata —Rabu, 3 Feb 2021 08:43
    Bagikan:  
Ketua Kompepar Piping Heryana,  Destinasi Curug Bojong Ditutup Selama Pandemi Covid1-19
Ketua Kompepar Curug Bojong Desa Sukahurip Piping Heryana (foto: ist)

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.

Ketua Kompepar Curug Bojong Desa Sukahurip Piping Heryana mengungkapkan bahwa objek wisata Curug Bojong sudah ditutup sejak lama oleh pihak Perhutani, Kompepar dan Pemerintahan Desa Sukahurip. Penutupan objek wisata Curug Bojong berkaitan dengan protokol kesehatan.

"Curug Bojong sudah lama ditutup di waktu masa pandemi sudah ditutup dan sudah tidak ada penjualan tiket masuk, jadi adanya wisatawan yang masuk ke Curug Bojong itu tidak diketahui baik dari Kompepar, Perhutani maupun pemerintah Desa," ujar Piping saat dihubungi POSKOTAJABAR, Selasa (02/02/2021).

Piping mengimbau, bagi warga baik itu orang pangandaran maupun dari luar pangandaran yang hendak bermain ke lokasi objek wisata Curug Bojong untuk selalu berkoordinasi terlebih dahulu kepada pengelola setempat.

"Sebenarnya sudah jelas bahwa lokasi tersebut ditutup, adapun yang mau maen minimal diketahui oleh pihak Kompepar atau Perhutani untuk menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan," paparnya.


BACA JUGA : Tujuh Orang Wisatawan Curug Bojong Pangandaran Dikabarkan Terjebak Banjir, Satu Orang Balita


Dia mengaku, pihaknya sudah berkali-kali mengimbau bagi setiap pengunjung yang datang ke Curug Bojong selalu kasih perhatian, manakala lihat di atas sudah mendung pengunjung yang ada dilokasi harus cepat-cepat menyebrang.

"Kalau yang mau nyebrang liat dulu jika cuaca sudah mendung jangan nyebrang, karena sungai Cisawangan kalau di hulu turun hujan pasti akan terjadi banjir dadakan sehingga air mengalami ketinggian dan arus sangat deras sekali," terangnya.

Menurut Piping, Standar Operasional Pelayanan (SOP) Curug Bojong Desa Sukahurip belum layak untuk dijual, dan yang kedua saat ini masih masa pandemi covid-19.

"Makanya kita sebagai kompepar sangat tegas untuk menutup dan tiket pun tidak dijual," tegas Piping.


BACA JUGA : Geng Motor Berani Berulah, Polres Cianjur Bakal Tindak Tegas Ditempat

 

Kata dia, pengunjung yang datang saat ini memang tidak terkoordinir dan pihaknya tidak tahu, kalau pengunjung kapan datang dan dari mana, mungkin pengunjung tahu objek wisata Curug Bojong ini informasi dari mulut ke mulut atau lewat Medsos.

"Akhirnya setiap hari selalu ada pengunjung tidak pernah kosong, nah harapan kami kepada Pemerintah Daerah kalau ini mau diakui secara legal tolonglah dilirik," pintanya.


BACA JUGA : 8 Makanan yang Efektif Menanggkal Asam Lambung


Karena, sambung dia, kegiatan asli   swadaya dan peran masyarakat  asli, maka dari itu kita butuh dorongan baik dari Pemerintah Desa atau Pemerintah Kabupaten.

"Tolong tinjau. Dan kami dari Kompepar juga sudah duduk bersama dengan Arper perhutani dan Pemerintahan Desa Sukahurip membahas tentang Curug Bojong, tinggal dari tingkat Kabupaten yang belum turun meninjua Curug Bojong," pungkasnya. (dry)


BACA JUGA :Pemkot Bandung Menindaklanjuti Wacana Karantina Wilayah Hingga ke Tingkat RW dan RT


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait