Gubernur Jabar," Kabupaten Bekasi Paling Buruk Dalam Penerapan Prokes"

Jawa Barat —Rabu, 3 Feb 2021 10:37
    Bagikan:  
Gubernur Jabar,
Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs. Ahmad Dofiri , M.Si bersama Gubernur Jabar, Pangdam III / Siliwangi serta FKPD Provinsi Jabar Konferensi Pers di Mapolda Jabar. Selasa (2/2/2021). (foto:ist)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, berdasarkan penilaian Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kepolisian, TNI dan Kejaksaan selama pemberlakuan PPKM, Kabupaten Bekasi menjadi wilayah paling buruk dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). Selain menjadi yang terburuk dalam penggunaan masker, Kabupaten Bekasi menjadi yang paling tidak.disiplin dalam menjaga jarak.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dalam jumpa pers seusai  rapat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional  bersama  Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs. Ahmad Dofiri , M.Si bersama Gubernur Jabar, Pangdam III / Siliwangi serta FKPD Provinsi Jabar, di Aula Al Amman Polda Jabar, Selasa (02/02/2021).

Gubernur Jabar menjelaskan selama penerapan protokol kesehatan terdapat dua indikator utama untuk mengukur keberhasilan penegakan hukum yaitu menggunakan masker dan jaga jarak.

"Paling disiplin menggunakan masker adalah Kota Cimahi, 90% lebih warganya disiplin menggunakan masker dan Kabupaten Bandung paling disiplin menjaga jarak sampai 90%" tandas Ridwan Kamil.

"Jadi Kabupaten Bekasi harus Introspeksi dalam memperkuat penguatan kedisiplinan, karena dua katagori dalam penegakan hukum di PPKM tersurvei paling rendah," tandas Ridwan Kamil.

BACA JUGA : Sebanyak 11 Juta Dosis Vaksin Dari Sinovac Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

 

Dikatakan Gubernur Jabar, kasus di Jabar secara realita dari penetapan lab cenderung menurun, seiring berita dari rumah sakit bahwa orang - orang sudah tidak terlalu sepanik sebulan terakhir.

"Tingkat keterisian rumah sakit di Jawa Barat menurun, keterisian sekarang dibawah 60 %, meski terjadi penurunan pasien positiv Covid-19, pihaknya akan tetap menambah rumah sakit rujukan penyakit tersebut". Ujarnya.

"Minggu lalu 3.300 kasus heboh, padahal 1.900 nya adalah kasus lama, jadi jangan menilai PPKM dari kasus aktif karena mengandung data yang kurang akurat, tapi kalau PPKM diukur oleh dimensi - dimensi lain, yang masih kurang di PPKM adalah indeks mobilitas dan itu akan terus dievaluasi," tuturnya.

 

BACA JUGA :Pemkot Bandung Menindaklanjuti Wacana Karantina Wilayah Hingga ke Tingkat RW dan RT

 

Kegiatan Rapat dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi terkait percepatan penanganan Pandemik Covid - 19 serta pelaksanaan PPKM di Jawa Barat dan Vaksinasi di Jawa Barat. Dalam hal ini Ketua Pelaksana Komite memaparkan hasil yang dicapai selama 1 minggu.

Pejabat yang hadir yaitu Gubernur Jabar, Kapolda Jabar, Pangdam III/ Siliwangi, Kajati Jabar, Ketua DPRD Provinsi Jabar, Kabinda Jabar, Wakapolda Jabar, Sekda Provinsi Jabar, Para Kepala Dinas Pemprov. Jabar, Pejabat Utama Kodam III / Siliwangi serta Pejabat Utama Polda Jabar.(Le)

 

BACA JUGA : 8 Makanan yang Efektif Menanggkal Asam Lambung

 

 

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait