80 Ribu Tenaga Kesehatan di Jawa Barat Sudah Divaksin

Jawa Barat —Rabu, 3 Feb 2021 17:56
    Bagikan:  
80 Ribu Tenaga Kesehatan di Jawa Barat  Sudah Divaksin
Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana saat acara Gebyar Vaksinasi COVID-19 yang dilakukan di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung, Rabu (3/2/2021).(foto:aris)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.
Sebanyak 80 ribu tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Barat (Jabar) telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, baik dosis pertama maupun dosis kedua hingga Rabu (03/02/2021). Pada tahap pertama vaksinasi ini, Jabar menyasar 150 ribuan nakes.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menargetkan vaksinasi tahap pertama ini rampung dalam waktu dua atau tiga pekan ke depan. Untuk mempercepat pemberian vaksin ini, salah satunya dengan melalui Gebyar Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung, Rabu (03/02/2021).

"Hari ini vaksinasi dilakukan serentak di 27 kabupaten/kota, sehingga baru beberapa jam sudah hampir 80 ribu. Alhamdulillah akan selesai, untuk tahap pertama sekitar dua minggu atau tiga minggu dari sekarang untuk 150 ribu nakes bisa dilaksanakan," katanya.

Uu mengatakan, lewat vaksinasi masif ini diharapkan dalam waktu satu tahun ke depan 80 persen rakyat Jabar atau 33,5 juta orang bisa divaksinasi. 

"Tidak ada keputusan yang menyengsarakan masyarakatnya," ucap Uu.


Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, minimal 70 persen penduduk harus divaksinasi untuk mendapatkan kekebalan kelompok (herd immunity).

Menurutnya, perlu cara-cara luar biasa untuk bisa menuntaskan misi pemerintah pusat untuk menyelesaikan vaksinasi dalam 300 hari. 

"Saya sudah hitung dengan menggunakan faskes tidak mungkin 300 hari, bisa saja 2 tahun kalau tidak menggunakan cara-cara seperti ini," katanya.

Ribuan nakes mengantre untuk bisa masuk ke dalam Gedung Sabuga ITB sejak pukul 08.00 WIB. Sebelum masuk, petugas melakukan skrining kesehatan seperti mengecek suhu tubuh dan tensi darah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada 1.500 nakes yang akan divaksinasi pada 3 - 4 Januari 2021 di Sabuga. 

BACA JUGA : Kombes Gadungan Menipu Calon Polwan Hingga Rp 1,7 Miliar


Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Sabuga ini merupakan yang kedua, setelah kegiatan pertama dilakukan di Poltekkes Kemenkes Bandung yang menyasar sekitar 3.300 nakes.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengapresiasi langkah Pemprov Jabar menggelar Gebyar Vaksin Covid-19.

"Mungkin sekitar 80 persen (yang divaksin) ber-KTP Kota Bandung. Jadi kita diuntungkan juga dengan kegiatan ini," katanya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi,  Rabu, (03/02/2021).

"Seperti kemarin di Poltekkes juga kurang lebih ada 2.100 yang divaksin. Itu kan mungkin sekiter 80 persen juga warga Kota Bandung. Di sini 3.000, relatif sekitar 80 sampai 90 persen nakes Kota Bandung," lanjutnya.

Menurut Yana, ini bisa mempercepat vaksinasi Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, baik di Fasilitas Kesehatan Negeri mau pun Swasta.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa mempercepat (vaksinasi). Dan ke depan para penyintas dan orang yang sudah divaksin bisa membentuk kekebalan kelompok atau Herd Immunitynya lebih cepat," harapnya.



Sedangkan Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementrian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu juga menyampaikan apresiasi kegiatan tersebut.

Karena dengan pola ini bisa mengejar minimal 70 persen penduduk mendapatkan kekebalan kelompok. Bukan hanya jangkauannya saja, tetapi waktu satu tahun ini juga harus selesai vaksinasi.

"Kalau berdasarkan cara yang biasa, kita tidak mungkin mencapai 300 sehari. Termasuk Jawa Barat ini saya sudah hitung dengan menggunakan Faskes tidak mungkin 300 sehari. Bisa saja 2 tahun kalau tidak menggunakan cara seperti ini," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RSHS, dr. R. Nina Susana Dewi mengatakan Gebyar Vaksin Covid-19 ini bisa terselenggara atas hubungan yang sangat baik antara Kemenkes, Dinkes Kota/Kabupaten mau pun Jawa Barat, KKP, Poltekkes, dan RSHS.

"Jadi yang bekerja ini gabungan. Kami sebagai masyarakat Jawa Barat yang cinta Jawa Barat dengan segala upaya ingin meningkatkan supaya pencapaian target lebih cepat," imbuhnya. 

Salah seorang penerima vaksin Neti Rustika Yanti mengatakan, dirinya yang seorang pengajar keperawatan kerap mendatangi rumah sakit. Sehingga, vaksinasi perlu dilakukan menambah kekebalan tubuhnya.

"Karena saya kan suka ke rumah sakit karena memang perlu. Saya dosen keperawatan, tapi sering ke rumah sakit bimbing mahasiswa," katanya. (Aris)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait