Selama Pandemi Covid-19, Pelaksanaan Pernikahan di Kabupaten Pangandaran Menurun

Jawa Barat —Rabu, 3 Feb 2021 19:32
    Bagikan:  
Selama Pandemi Covid-19, Pelaksanaan Pernikahan di Kabupaten Pangandaran Menurun
ambar ilustrasi pernikahan (foto: IDN Times)

POSKOTAJABAR, PANGANDARAN.
Angka pernikahan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menurun  disaat awal massa Pandemi Covid-19 lalu, penurunan terjadi dikarenakan pengetatan Protokol Kesehatan (Prokes).

Kasi Bimbingan Masyarakat (Binmas) pada Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran, Komar Ismail mengatakan angka pernikahan di Kabupaten Pangandaran pada tahun 2019 tercatat ada 4.132 kali.

"Sementara pada tahun 2020 angka pernikahan hanya ada 3.931 kali," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Rabu (03/02/2021).

Kata dia, artinya antara tahun 2019 dan 2020 ada penurunan sampai 201 kali pernikahan.

"Pernikahan ini dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah (PPN,red) Kantor Urusan Agama (KUA,red) setempat," katanya.

Menurut dia, pada bulan Mei 2020, angka pernikahan bahkan tidak ada sama sekali alias nol.

"Bulan selanjutnya ada pernikahan itu juga dengan menerapkan protokol kesehatan," terang Komar.


Komar menyebutkan, Kecamatan Padaherang menjadi daerah yang paling banyak pelaksanaan pernikahan. 

"Pada tahun 2019 ada 705 pernikahan dan tahun 2020 ada 655 kali pernikahan," ungkapnya.

Untuk angka perceraian, sambung dia, Kantor Kemenag Pangandaran tidak memegang data, karena semuanya ada di Pengadilan Agama Kabupaten Ciamis.

"Selama ini, pernikahan atau ijab qabul di KUA tidak dipungut biaya, namun ketika diluar KUA ditarik biaya Rp 600 ribu sesuai dengan PP Nomor 48 tahun 2014," pungkasnya. (dry)



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait