Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang Unjuk Rasa Menuntut Penurunan UKT 50 Persen

Pendidikan —Rabu, 3 Feb 2021 20:11
    Bagikan:  
Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang Unjuk Rasa Menuntut Penurunan UKT 50 Persen
Mahasiswa UIN Serang Banten melakukan unjuk rasa menuntut penurunan biaya UKT sampai 50 persen. (Ist)

POSKOTAKABAR, SERANG. 

Mahasiswa Universitas Islam Negri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Serang, Banten melakukan unjuk rasa di depan gedung rektorat. Mereka menuntut agar rektor mencabut kembali keputusannya yang hanya memberi keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 15 persen di masa pandemi Covid-19. Mahasiswa menuntut rektor menurunkan UKT 50 persen di masa pandemi Covid-19. 

Keputusan itu, di mata mahasiswa masih sangat keberatan, mengingat kondisi sekarang sebagian mahasiswa sedang dalam kesulitan keuangan akibat dari Pandemi ini. "Oleh karena itu kami menuntut agar rektor UIN berani mencabut keputusan itu dan kemudian melakukan revisi," ujar Korlap Aksi,  Zamzani, Rabu (3/2/2021).

Zamzani menginginkan, rektor merevisi keputusannya itu dan memberikan keringanan sampai 50 persen kepada seluruh mahasiswa untuk biaya UKT semester genap dan ganjil.

BACA JUGA:  Sudarno Mantan Penjaga Gawang PSSI Meninggal Dunia

"Atau jika tidak mampu, kami meminta agar rektor bisa menurunkan grade satu tingkat tanpa ada syarat apapun, sudah ini harga mati tak bisa ditawar lagi" tegasnya.

ZamZani menilai, SK yang dikeluarkan oleh rektor itu keputusan sepihak tanpa adanya pendapat dari mahasiswa sendiri dan tergolong masih memberatkan mahasiswa. Selain menuntut UKT, lanjut ZamZani, mahasiswa juga menuntut untuk memberikan subsidi kuota agar selama kegiatan perkuliahan daring ini berjalan efektif serta tidak memberatkan orang tua wali mahasiswa. 

"Kita 'kan selama pandemi harus beli kuota setiap minggunya. Ini harus dibantu secara menyeluruh dan semua mahasiswa. Tidak seperti bantuan yang diberikan pada tahun kemarin yang hanya sebagian mahasiswa saja," ungkapnya. 

Aksi mahasiswa ini, lanjut Zamzani, akan tetap bertahan sebelum seluruh tuntutan dikabulkan pihak rektor, karena aksi ini merupakan simbol perlawanan mahasiswa untuk merebut hak serta kedaulatan mahasiswa. 

"Ini adalah bentuk perlawanan kita bahwa keringanan UKT ini sangat dibutuhkan bagi mahasiswa. Kita akan berhenti aksi mogok kuliah ini, sampai pihak rektorat sadar dan mengkabulkan tuntutan kita," tandasnya.

BACA JUGA:  Jalan Raya Rangkasbitung - Sajir Amblas, Arus Lalu Lintas Terganggu

Untuk diketahui, berdasarkan keputusan Rektor UIN Banten Nomor 154 tahun 2021 Tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal pada UIN SMH Banten Atas Dampak Bencana Wabah Covid-19 Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 dan Semester Ganjil Tahun Akademik 2021/2022 Memutuskan Kebijakan Keringanan UKT Sebesar 15 persen. (Luthfi/kontributor/win)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait