Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Mengajak Petani Tanam Padi Jenis Inpari

Jawa Barat —Kamis, 4 Feb 2021 07:06
    Bagikan:  
Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Mengajak Petani Tanam Padi Jenis Inpari
Para petani yang tengah menjemur padi hasil panen (foto: dry)

POSKOTAJABAR, PANGANDARAN.
Rata-rata produktivitas hasil panen padi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat saat ini mencapai 62,7 Kwintal per hektare. Untuk itu  Dinas Pertanian  Kabupaten  Pangandaran terus mensosialisasikan padi varietas Inpari kepada petani untuk meningkatkan produksi beras. 

Berdasarkan data Dinas Pertanian  Pangandaran, luas baku lahan sawah yang terdaftar dalam data statistik pertanian seluas 16.546 hektare. Dari luas 16.546 hektare tersebut terbagi menjadi enam klasifikasi lahan berdasarkan jenis perairan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura di Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Aep Haris menyebutkan, bahwa klasifikasi tersebut diantaranya, irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi sederhana, irigasi desa non PU, sawah tadah hujan dan sawah rawa lebah.

"Lahan sawah yang terluas berdasarkan klasifikasi yang ada mengandalkan perairan dari hujan atau sawah tadah hujan seluas 6.653.9 hektare," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Rabu (03/02/2021).


Sedangkan yang mengandalkan perairan dari irigasi teknis, kata dia, tercatat seluas 6.254 hektare, irigasi setengah teknis 1.606.2 hektare, irigasi sederhana 198 hektare.

"Sedangkan irigasi desa non PU seluas 1.245 hektare dan sawah rawa lebah seluas 606.9 hektare," terangnya.

Aep mengaku optimis tingkat produktivitas padi di Kabupaten Pangandaran bisa meningkat dan memperkokoh ketahanan pangan di daerah.

"Upaya dalam mensukseskan angka produktivitas padi dengan cara menanam jenis padi unggulan yang direkomendasikan oleh pemerintah," sebut Aep.


Jenis padi yang akan disosialisasikan, sambung Aep, diantaranya jenis inbrida dengan 3 jenis varietas yaitu inpari 32, inpari 42, inpari 43 yang akan dilaksanakan oleh 263 kelompok tani yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Keunggulan inpari 32 diantaranya tahan terhadap bakteri dan penyakit blas," tuturnya.

Aep menyampaikan, untuk keunggulan inpari 42 sendiri tahan terhadap hama wereng yang biasa menyerang batang pohon dengan warna cokelat.

"Sementara keunggulan inpari 43 diantaranya aman dari serangan burung dan tahan terhadap penyakit blas," pungkasnya. (dry)


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait