Bupati Lebak Mengancam Potong Alokasi Dana Desa bagi Camat dan Kades yang Tidak Laksanan Prokes

Jawa Barat —Kamis, 4 Feb 2021 12:35
    Bagikan:  
Bupati Lebak Mengancam Potong Alokasi Dana Desa bagi Camat dan Kades yang Tidak Laksanan Prokes
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya .(lebakkab.go.id))

POSKOTAJABAR, RANGKASBITUNG.  

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, mengancam akan memberi sanksi, kepada para Camat dan Kepala Desa (Kades) yang tidak melaksanakan penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes). Sanksi yang akan diberikan adalah berupa pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD) atau penundaan ADD. 

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, saat menggelar Rapat Sosialisasi Pelaksanaan PSBB dan Penegakan Protokol Kesehatan Covid-19 yang dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Kepala Desa Se-Kabupaten Lebak, di Data Center, Rangkasbutung, Lebak, Rabu (03/02/2021). 

BACA JUGA:  Jawa Barat Tetap di Urutan Kedua Tertinggi Dalam Kassus Penambahan Positif Covid-19

"Dalam penanganan virus Covid-19 ini, bagaimana kita menekan laju pertambahan yang terpapar virus Covid-19 adalah sinergitas kita bersama dan komitmen kita bersama," tegas Iti.

Seperti diketahui, Kabupaten Lebak secara resmi telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid ke IV selama 15 hari ke depan 3 - 17 Februari 2021. Dalam masa PSBB tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan pengetatan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes)  dengan membatasi berbagai aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten  Lebak.  

Penerapan prokes tersebut telah menjadi kewajiban yang harus diterapkan oleh Pemerintahan Kecamatan dan Desa di Lebak. Untuk itu, Pemkab tidak segan-segan untuk memberikan sanksi bagi para Camat dan Kades yang tidak menerapakan prokes di wilayahnya. 

Menurut Iti, sinegritas antara seluruh pihak dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19  sangatlah penting dilakukan. Untuk itu, ia meminta para Camat, Kades, dan seluruh pihak terkait lainnya untuk berkomitmen dalam menegakan penerapan protokol kesehatan di Lebak. 

BACA JUGA:  Gara-gara makan Oncom, Satu Keluarga di Sayang Cianjur Keracunan, Dua Orang Meninggal Dunia

"Kalau Kabupaten Lebak bisa menekan itu (Penyebaran Covid-19, -red)  dan kembali pada zona hijau, otomatis semua aktivitas bisa berjalan normal dengan adaptasi kebiasaan baru," ucap Bupati.

Iti berharap, dengan kembalinya berjalan aktivitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi juga akan berangsur pulih. Kemudian, masalah sosial ekonomi, sosial, dan budaya bisa juga berangsur pulih. (yusuf/tri)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait