Edukasi Tentang Ular kepada Masyarakat Tasikmalaya Masih Sangat Minim

Gaya Hidup —Kamis, 4 Feb 2021 14:04
    Bagikan:  
Edukasi Tentang Ular kepada Masyarakat Tasikmalaya Masih Sangat Minim
Pemerhati ular Kota Tasikmalaya Harun Ar Rosyid, (foto:kris)

POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA.

Pemerhati ular Kota Tasikmalaya, Harun Ar Rosyid yang juga sebagai relawan SIOUX Indonesia, sebuah Yayasan yang bergerak di bidang Study Ular berpusat di Jogyakarta menyampaikan keprihatinannya, edukasi tentang ular kepada masyarakat masih sangat minim, ini bisa terlihat di tahun 2020 terlaporkan  ada 6 korban terpatuk ular dan tidak tertolong nyawanya. 

"Bahkan sebulan yang lalu peristiwa digigit ular menimpa salah satu warga Kecamatan Indihiang, berinisial IJ (45) digigit oleh seekor Ular Welang (Bungarus Candidus) sewaktu diminta tolong oleh tetangganya untuk menangkap seekor ular di sebuah rumah," kata Harun Ar Rosyid saat di temui di tempat karantina ular,  di Jalan RE. Martadinata 259 Jati Indihiang Kota Tasikmalaya, Kamis (04/02/2021).

Ular ini, lanjut Harun,  mememiliki jenis bisa Neuro toxin yang menyerang otot saraf organ vital, yang berefek bekas gigitan tidak terjadi pembengkakan dan rasa sakit pada titik gigitan, tetapi dalam waktu 3 sampai 5 jam akan bereaksi melumpuhkan syarat organ vital manusia.

Menurutya,  di tempat karantinanya, terdapat 128 ekor ular dari berbagai species, yakni elapidae, colubridae, phytonidae, viperidae dimana ular tersebut berawal dari ular yang rescue olehnya di Kota Tasikmalaya, dan dilakukan breeding,  rencana ular tersebut akan dilepas liarkan kembali ke habitat aslinya yang jauh dari aktivitas manusia. 

"Berharap ilmu dan pengetahuan yang saya miliki sini bisa di bagikan kepada seluruh masyarakat, karena di Tasikmalaya baru ada 3 relawan yang paham terhadap penanganan ular (snake rescue) itu pun baru saya yang memiliki sertifikat snake handler dan instruktur,"ungkapnya.


Harun pun menambahkan dan menawarkan diri apabila ada masyarakat di Kota Tasikmalaya yang memerlukan penanganan (snake rescue) ataupun ingin tahu lebih detail perihal ular bisa langsung datang ke Jalan RE. Martadinata 259 Jati Indihiang Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya H. Ucu Anwar menyambut baik terhadap apa yang menjadi harapan  Harun tersebut.

"Kita akan membuat satu aktivitas kerjasama pengenalan dan penanganan perihal ular, khususnya bagi para satgas BPBD, agar tidak terulang kembali peristiwa yang merenggut nyawa masyarakat," pungkasnya.(Kris)



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait