Selama Tahun 2020, Sebanyak 81 Orang Ibu dan Bayi di Kota Cimahi Meniggal Dunia

Jawa Barat —Jumat, 5 Feb 2021 08:21
    Bagikan:  
Selama Tahun 2020,  Sebanyak 81 Orang Ibu dan Bayi di Kota Cimahi Meniggal Dunia
Kantor Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Cimahi. (foto:ist)

POSKOTAJABAR, CIMAHI.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mempunyai cara ampuh untuk mencegah Kematian Ibu dan Bayi saat melahirkan, bahkan dari  Dinkes terus mengimbau kepada ibu hamil untuk tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi. Hal itu merupakan salah satu upaya untuk mencegah kematian pada ibu dan anak.

Sepanjang tahun 2020, tercatat angka kematian ibu dan bayi di Kota Cimahi sepanjang tahun 2020 ditengah pandemi Covid-19 mencapai 81 orang. Rinciannya, jumlah ibu meninggal ada 12 orang dan bayi ada 69 orang.

"Untuk rasio kematian ibu alhamdulillah ada penurunan. Kalau kematian bayi tahun 2020 termasuk saat pandemi Covid-19 ada 69 anak. Kalau," terang Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Indah Gilang Indira, Kamis (04/02/2021).

Indah menjelaskan, kematian ibu terjadi pada ibu hamil, ibu melahirkan, dan ibu nifas sampai dengan 42 hari setelah melahirkan. Sementara pada bayi terjadi pada bayi yang baru melahirkan sampai dengan bayi umur 12 bulan kurang sehari.

Ia mengatakan, penyebab ibu bisa meninggal saat sedang hamil sampai melahirkan dikarenakan berbagai faktor. Dari mulai hipertensi, infeksi sampai pendarahan.

"Kalau bayi itu paling banyak karena asfiksia (kondisi kadar oksigen dalam tubuh menurun) dan berat badan lahir rendah," jelas Indah.

Untuk menurunkan angka kematian pada ibu dan bayi, kata Indah, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Seperti dengan mengembangkan program 1.000 hari pertama kehidupan yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unjani Cimahi.

Kemudian melalui Puskesmas ada berbagai kegiatan yang dilakukan. Dari mulai kelas ibu hamil, kelas ibu balita, kunjungan rumah ibu hamil risiko tinggi. Sementara untuk pelayanan tatap muka dibatasi karena adanya pandemi Covid-19.

"Karena pelayanan tatap muka dibatasi, dibuat grup di medsos untuk memantau kesehatan ibu hamil dan bayi. Bukan hanya dari sisi kesehatannya. Pemberdayaan masyarakat juga sangat dibutuhkan," jelas Indah.

BACA JUGA : Pemikul Jenazah Covid-19 TPU Cikadut Kota Bandung, Inilah Besarannya!


Kemudian jika ingin mengakses pelayanan kesehatan, disarankan untuk membuat janji terlebih dahulu. Kemudian, harus tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, jaga jarak, tidak memaksakan keluar rumah dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

"Ibu hamil harus lebih hati-hati supaya tidak tertular, harus menjaga kondisi ibu dan bayinya agar tetap sehat. Jika ibu hamil tertular Covid-19, efeknya bisa berbahaya bagi ibu dan bayi yang dikandungnya," jelas Indah.


 BACA JUGA : Terduga Teroris dari Inggris Memiliki KTP Palsu Kota Tasikmalaya

Bagi pasangan suami istri yang belum hamil, pihaknya menyarankan buntuk menunda kehamilan ditengah pandemi Covid-19. Pasalnya, terang Indah, metabolisme dan kebutuhan nutrisinya akan meningkat, sehingga kalau ada gangguan dari luar kondisinya imun tubuhnya akan menurun.

"Iya sebaiknya ditunda dulu," ucap Indah. (Bagdja)


BACA JUGA : Gara-gara makan Oncom, Satu Keluarga di Sayang Cianjur Keracunan, Dua Orang Meninggal Dunia


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait