Walau Harga Cabe Rawit Naik, inflasi Kota Tasikmalaya Masih Terjaga Stabil

Jawa Barat —Jumat, 5 Feb 2021 09:48
    Bagikan:  
Walau Harga Cabe Rawit Naik,  inflasi Kota Tasikmalaya Masih Terjaga Stabil
Pedagang pasar pancasila menjajakan cabe rawit merah. (foto:kris)
POSKOTAJABAR,TASIKMALAYA
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Darjana menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tasikmalaya mengalami inflasi 0,25% (mtm), sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,26% (mtm). 

"Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahunan adalah 1,69% (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,35% (yoy), didukung peningkatan konsumsi rumah tangga seiring dengan pemulihan ekonomi," ungkapnya, Kamis(04/02/2021)

Menurut Darjana, pada tingkat nasional, inflasi Januari 2021 tercatat 0,26% (mtm) atau 1,55% (yoy). Sama dengan kondisi nasional, pada bulan Januari 2021 tekanan inflasi di Kota Tasikmalaya terutama berasal dari kenaikan harga cabe rawit karena masih terbatasnya produksi di saat curah hujan tinggi. 

Kata dia, Harga cabe rawit di pasar induk Kota Tasikmalaya pada akhir Januari 2021 terpantau pada kisaran Rp 73.000/kg atau mengalami inflasi 36,95% (mtm). Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada tahu mentah akibat kenaikan harga kedele dunia.
Bahkan di luar bahan makanan, tekanan inflasi berasal dari rokok kretek filter sejalan dengan kenaikan cukai rokok sebesar 12,5%. Tarif rumah sakit dan tukang bukan mandor juga mengalami kenaikan harga sesuai pola historis kenaikan harga di awal atau akhir tahun yang menyesuaikan dengan kenaikan UMK.

Di sisi lain, kelompok bahan makanan menunjukan penurunan harga didukung pasokan yang tercukupi, seperti pada telur ayam ras, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, dan tomat serta harga telur ayam ras terpantau sudah dua bulan ini mengalami deflasi, yakni sebesar -12,18% (mtm) pada bulan Desember 2020 dan -5,53% (mtm) pada bulan Januari 2021, ujarnya

Menghadapi keterbatasan pasokan cabe dari daerah sentra, terutama cabe rawit, masyarakat dihmbau untuk dapat mengoptimalkan penanaman hortikultura sederhana di pekarangan rumah termasuk hortikultura yang dapat dibudidayakan secara mandiri oleh rumah tangga menggunakan polybag. 

Dengan demikian, rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa bergantung pada pasar serta dapat menjadi kegiatan produktif rumah tangga, pungkasnya. (Kris)


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait