Tujuh Jenis Klaster Covid-19 Muncul di Indramayu, Masyarakat Harus Waspada

Jawa Barat —Sabtu, 6 Feb 2021 06:34
    Bagikan:  
Tujuh Jenis Klaster  Covid-19 Muncul di Indramayu, Masyarakat Harus Waspada
Suasana Rakor Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kabupaten Indramayu yang dilakukan secara virtual dari ruang Indramayu Command Center (ICC) bersama para camat dan kepala dinas. (foto:Yan)

POSKOTAJABAR, INDRAMAYU.

Selama pandemi Covid-19 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat  telah muncul tujuh  jenis klaster. Dikhawatirkan, klaster ini akan terus bertambah jika tidak ada pengetatan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Masyarakat pun diminta untuk tetap berhati-hati dan waspada.

Hal tersebut terungkap ketika berlangsung Rakor Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kabupaten Indramayu yang dilakukan secara virtual dari ruang Indramayu Command Center (ICC) bersama dengan para camat, Kepala Puskesmas dan Kepala KUA se-Kabupaten Indramayu, Jumat (05/02/2021).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara menjelaskan, 7 jenis klaster tersebut yakni klaster keluarga, klaster kantor, klaster fasilitas kesehatan, klaster pondok pesantren, klaster pengajian, klaster liburan ke Bandung, dan klaster pelaku perjalanan.

BACA JUGA :Inilah Penuturan Damai Kami Sepanjang Hari Soal Nama yang Unik dan Dianggap Aneh 


Pada klaster keluarga terdapat 114 klaster dengan 433 kasus, kemudian kantor 25 klaster dengan 138 kasus, fasilitas kesehatan 12 klaster dengan 154 kasus, kemudian pondok pesantren 1 klaster dengan 58 kasus, pengajian 2 klaster dengan 30 kasus, liburan ke Bandung 1 kluater dengan 34 kasus, dan pelaku perjalanan 20 klaster dengan 69 kasus.

 Deden menambahkan, kendala dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Indramayu yakni masih adanya sebagian masyarakat yang tidak menganggap Covid-19 sebagai wabah yang berbahaya dan mengancam keselamatan.

 Kemudian sebagian masyarakat menganggap bahwa protokol kesehatan kurang efektif dalam mencegah penularan Covid-19 dan sebagian masyarakat juga sudah mulai bosan dengan situasi pandemi dan penerapan protokol kesehatan. (Yan)


BACA JUGA Pemilik Burung Murai Medan di Pangandaran Alami Kerugian Rp 200 Juta, Inilah Penyebabnya


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait