Walaupun Dinilai Baik, Pemkot Cimahi Terus Perketat Penerapan Prokes

Jawa Barat —Sabtu, 6 Feb 2021 08:18
    Bagikan:  
 Walaupun Dinilai Baik, Pemkot Cimahi  Terus Perketat Penerapan  Prokes
Plt Walikota Cimahi Ngatiyana sedang memimpin rapat terkait PPKM jilid 2. Hadir dalam rapat tersebut dari jajaran Forkopimda Kota Cimahi. (foto:bagdja)
POSKOTAJABAR, CIMAHI.
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi akan terus memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes) pada sisa waktu pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap ke-2 yang berlangsung hingga 8 Februari mendatang.
 
Hal itu dibahas pada Rapat Evaluasi Pelaksanaan PPKM Tahap II di Kota Cimahi, bertempat di Ruang Rapat Wali Kota Cimahi, Jl. Rd. Demang Hardjakusumah, Cihanjuang, Kota Cimahi pada Jumát (05/02/2021).  

Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Walikota Cimahi, Ngatiyana, meski Kota Cimahi sudah dinilai baik dalam penerapan PSBB, namun dirinya bersama jajaran SKPD terkait berkomitmen untuk meningkatkan hal yang sudah berjalan.

"Hari ini kami melaksanakan evaluasi PPKM yang kedua. Ini hasilnya akan dibawa nanti dalam rapat Forkompinda sebagai evaluasi akhir pelaksanaan PPKM jilid dua," ulas Ngatiyana.

Bahkan kata Ngatiyana kembali, ada beberapa hal yang disampaikan dalam evaluasi tadi. Yang pertama, Mulai dari kondisi penyebaran Covid-19 yang ada di Kota Cimahi, bahwa sampai saat ini memang ada peningkatan yang terkonfirmasi positif dan yang meninggal, tetapi ada peningkatan yang signifikan juga yang sembuh,.

Dalam rapat tersebut, dibahas pula adanya tambahan 10 orang yang meninggal dunia selama pelaksanaan PPKM tahap kedua. 

Setelah dievaluasi, ternyata sebagian besar dari korban yang meninggal dunia tersebut merupakan kelompok Lanjut Usia (Lansia) yang sebelumnya telah memiliki comorbid (penyakit bawaan) khususnya jantung dan paru-paru. 

"Ini membuat kondisi mereka menjadi lebih rentan ketika terserang Covid-19," jelasnya.


Disamping itu, pihaknya mengklaim bahwa para lansia tersebut terlambat untuk memeriksakan dirinya ke dokter sehingga tidak sempat mendapatkan perawatan yang selayaknya.

“Di rumahnya dianggap penyakit biasa sehingga tidak deteksi dini terhadap lansia ini.  Akhirnya terlambat melaporkan kepada pihak kesehatan ataupun di rumah sakit sehingga setelah dirawat di rumah sakit ternyata yang lansia ini positif Covid-19 dan hasilnya dinyatakan positif pun setelah meninggal dunia. Kadang-kadang ini karena keterlambatan dari pihak keluarga ataupun yang lainnya untuk melaporkan kepada pihak kesehatan," kata Ngatiyana.





Ngatiyana-pun, memastikan, seluruh jajaran SKPD terkait di lingkungan Pemkot Cimahi akan lebih mengoptimalkan pelaksanaan PSBB Proporsional hingga 8 Februari mendatang. Ditanya tentang kemungkinan perpanjangan PPKM yang dilaksanakan secara mikro di tingkat RT, RW maupun kelurahan.

Pihaknya mengaku akan membahasnya terlebih dahulu pada rapat evaluasi pelaksanaan PPKM tahap kedua bersama unsur Forkopimda nanti. Disamping itu, Ia juga akan menunggu petunjuk dan arahan dari pemerintah pusat terlebih dahulu mengenai kelanjutan pelaksanaan PPKM ini nantinya. 

“Kalau memang itu perlu dilanjutkan, berarti kita mungkin dirubah sedikit polanya sehingga penyesuaian dari lingkungan dan sebagainya, apakah sampai tingkat kelurahan atau sampai tingkat RW? Yang jelas saat ini jajaran RW, Hansip dan sebagainya juga sudah turut serta dalam penanganan pencegahan terhadap Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Intinya kan melalui PPKM ini bagaimana caranya ekonomi tetap berjalan tetapi pencegahan Covid-19 atau kesehatan juga berjalan," terang Ngatiyana. 

Terakhirnya, dengan positivity rate yang masih tinggi di berbagai daerah termasuk di Kota Cimahi, Ngatiyana mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah.




Diakuinya, segala upaya yang dijalankan oleh pemerintah daerah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 tidak aka nada artinya tanpa adanya kesadaran dari masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-harinya. 

Cimahi mendapatkan apresiasi dari  Gubernur Jawa Barat karena tingkat kesadaran menggunakan maskernya itu sudah mencapai 84%, ini adalah yang tertinggi di Jawa Barat. 

Mungkin masyarakat sudah mulai sadar dan semakin meningkat bahwa Covid-19 masih ada di kota cimahi. Ke depannya saya mengimbau kepada seluruh warga Kota Cimahi agar tetap menjaga kewaspadaan dan tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dengan baik," pinta Ngatiyana. (Bagdja)


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait