Meski Pandemi Covid-19, Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Indramayu Lebihi Target

Jawa Barat —Sabtu, 6 Feb 2021 09:27
    Bagikan:  
Meski Pandemi Covid-19, Pendapatan Asli Daerah   Kabupaten Indramayu Lebihi Target
Kantor Badan Keuangan Daerah Kabupaten Indramayu. (foto: Yan)

POSKOTAJABAR, INDRAMAYU.

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Indramayu pada tahun anggaran 2020 lalu melebihi target yakni 109, 69%. Meski begitu,  bukan berarti realisasi pendapatan retribusi seluruhnya terlampaui  atau 100%.

Sedikitnya ada 6 jenis retribusi yang realisasinya di bawah target atau di bawah 100%,  contohnya  retribusi terminal realisasi Rp72.705.000 (45,31%) dari target Rp160.449.500.  Retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum dengan realisasi Rp263.173.000 (91,70%) dari target Rp287.000.000.

Pencapaian target berasal dari realisasi Pajak Daerah sebesar Rp114.314.290.396 (115,34%) dari target awal Rp99.115.000.000. Realisasi Retribusi Daerah sebesar Rp23.662.093.805 (125,91%) dari target awal Rp18.793.118.000. Realisasi Hasil dari Kekayaan Daerah yang dipisahkan sebesar Rp15.940.366.962 (107,18%) dari target awal Rp14.872.469.000 dan dari realisasi lain-lain PAD yang sah sebesar Rp350.569.675.088 (107,16%) dari target awal sebesar Rp327.141.280.000.

Plt. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadeli, melalui Kepala Bidang Pendapatan I, Raden Wahyu Adiwijaya, Jumat (05/02/2021)  menjelaskan, secara total PAD Kabupaten Indramayu pada tahun anggaran 2020 mengalami kenaikan sebesar   109,69%. Namun demikian, beberapa sektor retribusi daerah mengalami penurunan karena adanya pandemi Covid-19.

"Untuk sektor pajak daerah semuanya telah melampaui target, sedangkan untuk retribusi daerah setidaknya ada 6 jenis yang realisasinya dibawah seratus persen," kata Wahyu di ruang kerjanya. 

BACA JUGA: Kantor Kades Disegel, Inilah Penjelasan Kepala Desa Pangandaran Adi Fitriadi

 

Wahyu menambahkan, retribusi daerah yang realisasinya dibawah 100% yakni retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat dengan realisasi Rp18.630.000 (49,13%) dari target Rp37.992.500, kemudian  retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum dengan realisasi Rp263.173.000 (91,70%) dari target Rp287.000.000, retribusi pengendalian menara telekomunikasi Rp1.481.788.761 (98,79%) dari target Rp1.500.000.000, retribusi penyediaan/penyedotan kakus dengan realisasi Rp48.330.000 (84,79%) dari target Rp57.000.000.

Selanjutnya, kata Wahyu, yakni retribusi terminal dengan realisasi Rp72.705.000 (45,31%) dari target Rp160.449.500, dan retribusi pelayanan tempat olahraga dengan realisasi Rp30.460.000 (21,99%) dari target Rp138.500.000.


BACA JUGA : Mayat Gadis Tertusuk Bambu Ditemukan Warga, Polres Garut Terus Dalami Penyebab Kematian

 

Kemudian untuk lain-lain PAD yang sah yang realisasinya dibawah 100 persen yakni kerugian barang daerah dengan realisasi Rp1.500.000 (0,11%) dari target Rp1.306.804.000, hasil eksekusi jaminan atas pelaksanaan pekerjaan dengan realisasi Rp 0 dari target Rp10.000.000, hasil dari pemanfaatan kekayaan daerah sewa dengan realisasi Rp69.925.500 (46,62%) dari target Rp150.000.000, dan pendapatan denda pelanggar Perda dengan realisasi Rp10.196.000 (33,99%) dari target Rp30.000.000.

 "Kita berharap retribusi yang belum bisa mencapai target pada tahun lalu, bisa terlampaui pada tahun ini agar PAD terus meningkat," tegas Wahyu. (Yan)


BACA JUGA :Inilah Penuturan Damai Kami Sepanjang Hari Soal Nama yang Unik dan Dianggap Aneh


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait