Presiden Jokowi dan PM Malaysia Prihatin dengan Situasi Politik di Myanmar

Jawa Barat —Sabtu, 6 Feb 2021 11:23
    Bagikan:  
Presiden Jokowi dan PM Malaysia Prihatin dengan Situasi Politik di Myanmar

POSKOTAJABAR, JAKARTA

Situasi Myanmar menjadi pembicaraan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin, saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (05/02/2021). 

BACA JUGA :  Komandan Kodiklatad AM Putranto Gowes Bersama dan Berbagi dengan Warga

"Kita prihatin dengan perkembangan politik di Myanmar dan kita berharap perbedaan politik itu dapat sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Jokowi saat menyampaikan pernyataan pers bersama PM Muhyiddin Yassin di Ruang Kredensial, Istana Merdeka, Jakarta.

BACA JUGA :  Dispora Jabar Berharap Jawa Barat Bisa Mempertahankan Gelar Juara Umum PON di Papua

Presiden penilaian penting bagi semua negara anggota untuk menghormati prinsip-prinsip piagam ASEAN terutama prinsip negara hukum, pemerintahan yang baik, demokrasi hak asasi, dan pemerintahan yang konstitusional.

 "Sebagai satu keluarga, kita minta dua menteri luar negeri untuk berbicara dengan Ketua ASEAN untuk menjajaki pertemuan khusus menteri luar negeri ASEAN mengenai perkembangan Myanmar," imbuhnya.

BACA JUGA:  Empat Venue PON XX / 2021 Siap Diserahterimakan ke Pemda Papua

Sementara itu, PM Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa Malaysia juga memandang keadaan politik saat ini di Myanmar dan mendukung pertemuan para menteri luar negeri ASEAN.

BACA JUGA : Terkendala Anggaran, Kota Tasikmalaya Batal Jadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2022 

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan sebuah langkah mundur dalam proses demokrasi di Myanmar.

Kerusuhan politik di Myanmar dikhawatirkan dapat mempengaruhi perdamaian dan stabilitas di kawasan ASEAN, "ujar PM Muhyiddin.  (Johara / tri)

BACA JUGA :  Kabupaten Pangandaran Bakal Jadi Sub Tuan Rumah Porprov Jabar Tahun 2022

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait