Warga Ciganjeng Kabupaten Pangandaran Tanam Pohon Pisang di Jalan Berlubang

Jawa Barat —Sabtu, 6 Feb 2021 14:46
    Bagikan:  
Warga Ciganjeng Kabupaten Pangandaran Tanam Pohon Pisang di Jalan Berlubang
Salah seorang warga tengah menunjukan pohon pisang yang ditanam di tengah jalan yang berlubang (foto: dry)
POSKOTAJABAR, PANGANDARAN.
Warga masyarakat Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menanam pohon pisang ditengah jalan yang berlubang, tepatnya di jembatan ruas jalan Nasional Banjar-Pangandaran.

Berdasarkan informasi yang diterima POSKOTAJABAR, aksi penanaman pohon pisang yang dilakukan warga sebagai protes karena kondisi jalan yang rusak parah hingga kerap menelan korban jiwa.

Salah seorang warga setempat, Priada (60) mengaku, geram dengan kondisi jalan nasional yang berlubang tak kunjung diperbaiki oleh pihak terkait. 

"Jalan berlubang itu kerap menimbulkan kecelakaan dan bahkan sampai menelan korban jiwa," ucapnya kepada POSKOTAJABAR seusai tanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang, Sabtu (06/02/2021).

Kata dia, aksi penanaman pohon pisang dititik lubang tersebut, agar pengguna jalan khususnya pengendarai sepeda motor dapat menghindari lubang tersebut.

"Kalau tidak dikasih tanda seperti itu, kemarin juga ada yang mengalami kecelakaan akibat melindas lubang tersebut dan pengendara sepeda motor pun tewas ditempat, jadi pohon pisang ini sebagai tanda bahwa ada lubang di tengah jalan tersebut," tuturnya.


Dia menegaskan, jika jalan yang berlubang itu tidak segera diperbaiki, maka warga pun akan menanami pohon pisang di setiap titik jalan yang berlobang.

"Kalau tidak di kasih tanda seperti ini, sangat berbahaya sekali kemungkinan tingkat kecelakaan makin tinggi, apa lagi kalau lubangnya sangat dalam terlebih saat ini musim hujan lubang tidak terlihat karena terendam air," katanya.




Priadi berharap, pihak terkait segera memperbaiki jalan yang berlubang demi kenyamanan bagi pengguna jalan, apalagi sekarang masuk libur akhir pekan banyak wisatawan yang main ke pantai Pangandaran.

"Warga Padaherang saja banyak yang melindas lubang itu, apalagi orang luar yang tidak tahu medan, kalau mobil masih terbilang aman coba kalau pemotor jika melindas lubang itu bisa langsung jatuh," tambahnya. (dry)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait