Warga RW 07 Cihaurgeulis Kota Bandung Kelola Sampah Organik Hingga 90 Persen

Gaya Hidup —Sabtu, 6 Feb 2021 15:25
    Bagikan:  
Warga RW 07 Cihaurgeulis  Kota Bandung Kelola Sampah Organik Hingga 90 Persen
Wali Kota Bandung Oded M Danial melihat ikan dalam ember yang dibudidayakan warga Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Jumat (5/2/2021).(foto:aris)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.
Program Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan (Kang Pisman) Sampah sebagaimana yang dicanangkan Walikota Bandung Oded M Danial usai dilantik Gubernur Jawa Barat September 2018, bisa dilihat hasilnya.

Salah satunya, di kawasan RW 07 dan RW 10 Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

Hal itu terungkap saat orang pertama di Kota Bandung meninjau Kawasan Bebas Sampah (KBS) di RW 07 dan RW 10, Kelurahan Cihaurgeulis Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung, Jumat, (05/02/2021).

Di Jalan Muararajeun RW 10 Cihaurgeulis, Oded menyaksikan, warga kawasan tersebut ternyata sukses mengolah sampah menjadi makanan maggot, pengurai itu selanjutnya dijadikan makanan untuk ikan, ternak dan sebagainya.

Dilokasi itu, Oded juga melihat warga melakukan budidaya ikan dalam ember sistem (tumpang sari) di atasnya ada tanaman kangkung.

Upaya warga itu tentu saja di apresiasi oleh orang pertama di Kota Bandung. Sebab dengan adanya kegiatan tersebut, lingkungan menjadi bersih, sebab sampah bisa dikelola mulai dari sumbernya.

"Saya apresiasi warga dengan binaan DLHK dan unsur terkait. Tolong lurah dan camat, RW yang lain juga harus diedukasi. Jadi tidak RW di sini aja, yang lain juga bisa diedukasi," pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, Oded juga berjanji, pada periode kepemimpinannya, dia akan terus berupaya memperbaiki urusan sampah. Indikatornya agar masyarakat memiliki budaya kebersihan.

"Pertama karena sesungguhnya indikator masyarkat yang punya budaya yaitu warga yang lingkungannya bersih," jelasnya.

Dari RW 10 Cihaurgeulis, Oded juga bertandang ke RW 07, ditempat tersebut politisi PKS itu, selanjutnya meresmikan Budidaya Ikan Dalam Ember (Bukandsmber).

BACA JUGA: Pemkot Dukung e-Tilang, Kota Bandung Pasang di Sembilan Ruas Jalan


Dari kawasan RW 07, Oded mengetahui, warga kawasan tersebut 90 persen menjadikan program Kang Pisman sebagai kegiatannya. Disetiap rumah terdapat Lodong Desa Dapur (Loseda), yang bisa dimanfaatkan untuk maggot.


"RW 07 ini 90% pengelolaan sampah organiknya, ini luar biasa karena telah banyak mengikuti arahan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RW 07, Rusel mengungkapkan, secara bertahap pihaknya menyosialisasi dan memfasilitasi sarana prasarana untuk memudahkan warga.

Seiring berjalannya waktu, lanjut Rusel, para warga memanfaatkan wadah yang ada seperti ember.

"Sampah organiknya, ditempatkan di wadah seadanya. Sampai akhirnya dapat bagian tempat khususnya dari DLHK," katanya.


BACA JUGA: Genose Alat Pendeteksi Covid-19 Mulai Digunakan, Berikut Syarat dan Harga Tes

Untuk organik, Rusel mengungkapkan, telah ada 77 Kepala Keluarga yang mengelolanya. Mereka mampu memilah sampah.

Di kesempatan itu, dukungan pun disampaikan oleh warga RW 07, Yadi. Ia mengaku siap mendukung program Pemkot Bandung.

"Warga siap mendukung dan meneruskan berbagai program yang ada di wilayah kita,"ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Kamalia Purbani mengapresiasi warga yang telah komitmen untuk mengelola sampah.

"Warga Cihauegeulis komitmennya kuat. Ini sebagai bukti kesadaran dan perhatian untuk lingkungan," ujar Kamalia.

Atas hal itu juga, Camat Cibeunying Kaler, Suardi menyatakan siap untuk terus mengedukasi masyarakat tentang mengelola sampah.

"Peran serta masyarkat pasti penting. Kita terus dorong dan edukasi untuk mengelola sampah mulai dari sumbernya," pungkasnya. (Aris)


BACA JUGA: Ridwan Kamil, "Masyarakat Disiplin Prokes, Produktivitas Ekonomi tidak akan Dibatasi Lagi"

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait