Semarang Terendam Banjir di Beberapa Tempat Akibat Hujan Ekstrim

Jawa Barat —Minggu, 7 Feb 2021 12:26
    Bagikan:  
Semarang Terendam Banjir di Beberapa Tempat Akibat Hujan Ekstrim
Petugas PLN sedang membenahi gangguan jaringan listrik akibat banjir di Semarang. (ist)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Kota Semarang terendam banjir di beberapa tempat, akibat hujan ekstrim yang terjadi pada Sabtu (06/02/2021). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan yang turun selama 24 jam mencapai 171 milimeter (hujan ekstrem). Sehingga, memicu terjadinya banjir di Jateng, termasuk Kota Semarang.

Pihak BMKG telah menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem sejak 5 - 6 Februari pukul 01.30 WIB. BMKG terus mengimbau waspada potensi hujan lebat hingga ekstrem, dalam sepekan ke depan. Hujan ekstrem yang menyebabkan banjir di Jateng mulai turun sejak pukul 02.00 sampai 05.00 WIB, Sabtu (06/02/2021).

Wilayah yang mengalami banjir di Semarang  antara lain Tambak Dalam, Sawah Besar, Tambakan, Barursari, Rusunawa Kaligawe, Pasar Waru, Muktiharjo, Genuk Indah, Masjid Agung Jawa Tengah, Medoho, Gajah, Kyai Sakir, Woltermongisidi, Petek, Layur dan Raden Patah, Bubakan, MT Haryono, Kota Lama, Trunojoyo, Mpu Tantular, Stasiun Tawang, Kawasan LIK, Gebang Anom, Padi Raya, Widuri, Puri Anjasmoro, Anjasmara Raya, PRPP, Taman Marina, Semarang Indah, dan Madukoro Raya juga terdampak banjir.

BACA JUGA:  Di Masa Pandemi Covid-19, Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana Dorong Pemuda Berinovasi dan Berwirausaha

Untk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan dan untuk keselamatan masyarakat, PLN sigap amankan pasokan listrik pada beberapa daerah yang diterpa cuaca ekstrem di Jawa Tengah (Jateng). 

"Kami mendukung upaya mitigasi cuaca ekstrem dan potensi dampaknya yang dilakukan oleh PLN, terutama untuk pengamanan kelistrikan pada saat ketika terjadi banjir. Hal ini dilakukan demi keselamatan masyarakat," ungkap Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jateng, Sukasno. 

“PLN mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem. Pada daerah yang terendam banjir, PLN terpaksa memadamkan sementara listrik dan segera menormalkannya kembali setelah banjir surut,” ujar Senior Manager General Affairs PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (UID Jateng & DIY), Elly Oktaviani Ciptati, Minggu (07/01/2021).

Sampai dengan pukul 19.30 WIB, sebanyak 502 dari 995 unit gardu distribusi yang terdampak banjir sudah berhasil dipulihkan kembali. Dengan kata lain, sebanyak 15.225 dari 55.074 pelanggan yang terdampak banjir sudah kembali menikmati pasokan listrik. 

PLN terus memantau daerah-daerah yang terdampak agar dapat segera menormalkan kembali pasokan listrik apabila kondisinya telah aman bagi masyarakat. 

BACA JUGA:  Sebanyak 26 Wanita Pekerja Seks Komersial dan 3 Mucikari Diamankan Satreskrim Polres Tangsel

Ia juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan potensi bahaya listrik ketika banjir. "Matikan instalasi listrik di dalam rumah, cabut colokan listrik, dan pindahkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi. Apabila listrik tidak padam saat banjir, masyarakat dapat segera menghubungi PLN. Saat banjir surut, pastikan alat elektronik benar benar kering sebelum dipakai kembali," paparnya. 

Guna mengantisipasi potensi terjadinya gangguan jaringan listrik di wilayah lain, PLN mengimbau partisipasi dari masyarakat untuk ikut melaporkan jika terdapat potensi gangguan terhadap pasokan listrik. 

Masyarakat bisa menyampaikan pengaduan terkait dengan gangguan atau jika mengetahui informasi lain terkait ketenagalistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123. (rizal/ys)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait