Kapan Dunia Kembali Normal? Ahli Sebut Sekitar 7 Tahun Lagi

Jawa Barat —Minggu, 7 Feb 2021 13:15
    Bagikan:  
Kapan Dunia Kembali Normal? Ahli Sebut Sekitar 7 Tahun Lagi

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Sudah lebih dari setahun Virus Corona-19 menjadi momok memngerikan bagi dunia. Kapan dunia akan kembali normal? Para ahmi menyebutkan sekitar 7 tahun lagi.

BACA JUGA : Manchester United Gagal Menang, Legenda Timnas Inggris Ini Sebut De Gea Biang Kerok

Dikutip dari laman the Straits Times, Jumat (5/1), Bloomberg membangun basis data terbesar tentang vaksinasi Covid-19 yang dilakukan berbagai negara di dunia dengan lebih dari 119 juta dosis yang kini sudah disuntikkan. Pakar penyakit menular Anthony Fauci dari Amerika Serikat mengatakan butuh 70-85 persen vaksinasi dari jumlah populasi untuk membuat kehidupan kembali normal. Data Bloomberg Vaccine Tracker melacak sejumlah negara melakukan vaksinasi yang jauh lebih cepat ketimbang negara lain.

Israel menjadi negara tercepat melakukan vaksinasi dengan mencakup 75 persen penduduk dalam dua bulan. Amerika Serikat baru akan mencapai angka itu pada Tahun Baru 2022 nanti.

BACA JUGA:   Tekan Biaya Pengangkutan Sampah, Kota Cimahi Kembangkan Program Zero Waste ke Setiap RW

Dengan program vaksinasi yang sedemikian cepat di sejumlah negara Barat yang kaya dibanding negara lain, maka dunia membutuhkan setidaknya tujuh tahun untuk menjalankan program vaksinasi dengan kecepatan saat ini.

Perhitungan dari Bloomberg ini sifatnya cair dan bisa dipengaruhi oleh banyak faktor gangguan.

BACA JUGA:   Pemkot Bandung Akan Melakukan Tes Antigen Cepat Kepada Pengunjung Cafe dan Tempat Hiburan

Sebagai contoh, target Kota New York menggelar vaksinasi terhambat karena badai salju. Begitu pula vaksinasi di Kanada meleset dari target hingga separuhnya karena ada laporan keterlambatan pengiriman vaksin dari produsen.

Hasil pelacakan Bloomberg, lebih dari 8,5 miliar dosis vaksin sudah disetujui kontraknya lewat lebih dari 100 kesepakatan, tapi baru sepertiga negara yang sudah memulai program vaksinasinya.

Vaksinasi melindungi orang dari Covid-19 dalam beberapa pekan setelah disuntik. Namun jika hanya sebagian kecil saja yang divaksinasi maka virus masih bisa menyebar tak terkendali.

BACA JUGA:  Di Masa Pandemi Covid-19, Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana Dorong Pemuda Berinovasi dan Berwirausaha

Ketika makin banyak orang yang sudah disuntik vaksin maka mereka akan membangun pertahanan terhadap virus sehingga penularan yang kemudian terjadi tidak akan menyebar menjadi wabah. Konsep itu dinamakan kekebalan kelompok.

Di kalangan ilmuwan ada perdebatan soal akapan kekebalan kelompok akan tercapai.

Apakah ketika orang sudah cukup banyak terlindungi oleh vaksin maka itu akan berdampak pada kecepatan penularan? Jika demikian maka sebelum 75 persen populasi tervaksinasi kekebalan kelompok sudah bisa tercapai.

Sebagian mendefinisikannya sebagai titik ketika wabah sudah tidak bisa lagi dikendalikan.

Vaksin yang tersedia saat ini membutuhkan dua kali suntikan untuk perlindungan penuh. Perhitungan Bloomberg mencakup dua dosis vaksin per orang di tengah populasi.

Meski ada bukti orang yang sudah sembuh dari Covid-19 mempunyai pertahanan alami tapi belum diketahui seberapa kuat perlindungan itu dan berapa lama bertahan.

Vaksin masih disarankan bari mereka yang pernah positif Covid-19 dan sudah sembuh. (RIN)

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait